Menurutnya, atas kuasa Allah SWT, Nabi Ismail kemudian digantikan dengan seekor hewan sembelihan besar sesaat sebelum proses penyembelihan berlangsung. Peristiwa tersebut menjadi awal disyariatkannya ibadah kurban bagi umat Islam. Fery menegaskan, ibadah kurban bukan sekadar bentuk pengorbanan harta, tetapi juga simbol kepatuhan dan pengabdian seorang hamba kepada Sang Pencipta.

Ia turut mengingatkan sabda Rasulullah SAW terkait pentingnya berkurban bagi umat Islam yang memiliki kemampuan secara finansial. “Rasulullah SAW sampai memberikan peringatan agar mereka yang memiliki kemampuan finansial namun tidak berkurban, untuk tidak mendekati tempat salat kita. Ini adalah sentilan keras bagi kaum muslimin yang diberi kelebihan rezeki,” katanya.

Di akhir khutbah, Fery menyampaikan tiga nilai utama yang dapat dipetik dari keluarga Nabi Ibrahim AS, yakni kesabaran, tawakal total kepada Allah SWT, dan keikhlasan dalam menjalankan perintah-Nya. Ia menjelaskan, kesabaran tidak berarti pasif, melainkan tetap berikhtiar dan bijak dalam menghadapi ujian. Tawakal dimaknai sebagai penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah SWT setelah berusaha, sedangkan keikhlasan menjadi landasan dalam setiap amal perbuatan.

Menurutnya, kisah Nabi Ibrahim AS, Siti Hajar, dan Nabi Ismail AS merupakan teladan tentang keikhlasan dan kecintaan seorang hamba kepada Allah SWT. “Semoga seluruh civitas akademika dapat mengimplementasikan nilai-nilai mulia tersebut dalam kehidupan di kampus maupun di tengah-tengah masyarakat,”harapnya.ENG