“Kakao Sigi punya kualitas yang sangat baik. Tinggal bagaimana pendampingan dan pengelolaannya diperkuat agar hasilnya lebih maksimal,” katanya.

Selain fokus pada peningkatan produksi, Pemkab Sigi juga mulai mendorong pengembangan pertanian organik dan berbasis lingkungan sebagai upaya menjaga keseimbangan ekosistem serta melindungi kawasan sumber air masyarakat.

Rizal menyoroti pentingnya menjaga kawasan penyangga lingkungan agar tidak memicu kerusakan alam yang berdampak pada keberlangsungan pertanian dan kehidupan masyarakat.

Ia menegaskan pembangunan daerah ke depan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga perubahan pola pikir masyarakat menuju kehidupan yang sehat, produktif dan berwawasan lingkungan.

Karena itu, ia berharap FKMP tidak sekadar menjadi ruang diskusi, melainkan menghasilkan langkah konkret dan rekomendasi yang bisa diterapkan bersama antara pemerintah dan seluruh mitra pembangunan.

“Saya membuka ruang seluas-luasnya untuk diskusi dan kolaborasi. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Semua pihak harus bergerak bersama agar pertanian menjadi kekuatan ekonomi masyarakat Sigi ke depan,” tegasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Sigi Ilyas Nawawi, Kepala Bapperida Agus Munandar, Kepala Distanhorbun Moh. Afit Lamakarate, organisasi masyarakat sipil, komunitas lingkungan, NGO dan sejumlah tim teknis terkait.FRY