SULTENG RAYA — Malam di kawasan Tagena, Desa Salepae, Kecamatan Moutong Timur, tak lagi sekadar sunyi. Di antara gelap dan dinginnya tanah yang digali, sebuah tragedi terjadi—mengakhiri harapan seorang penambang yang sejak pagi menggantungkan hidup pada butiran emas.

Isran alias Isi (50), warga Desa Lobu, ditemukan tak bernyawa setelah tertimbun longsoran tanah di lokasi tambang manual, Sabtu (18/4/2026) dini hari. Ia menjadi korban dari aktivitas yang selama ini dijalani banyak warga, menambang secara tradisional demi menyambung hidup.

Sejak pagi, Isran bersama beberapa rekannya telah berada di lokasi. Mereka menggali tanah, mengumpulkan material, lalu memasukkannya ke dalam karung untuk diolah secara manual di aliran sungai. Aktivitas itu berlangsung tak jauh dari area PT Kemilau Nusantara Katulistiwa (KNK), di kawasan yang dikenal sebagai titik tambang rakyat.

Namun menjelang dini hari, sekitar pukul 01.00 hingga 02.00 Wita, situasi berubah. Tanah yang mereka gali tiba-tiba runtuh. Dalam hitungan detik, longsoran menimbun tubuh Isran.

Kapolsek Moutong, AKP Felix Saudale, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, korban tertimbun saat sedang bekerja bersama rekannya mengambil material tanah. “Korban tertimpa longsoran saat mengambil tanah untuk dimasukkan ke karung. Aktivitasnya murni manual,” ujar Felix.