Nilam menegaskan, Partai NasDem tidak menutup diri terhadap kritik. Namun demikian, pihaknya menolak segala bentuk pemberitaan yang dinilai mendistorsi fakta. “Kami terbuka terhadap kritik, tetapi bukan framing yang menyudutkan tanpa dasar yang jelas,” ujarnya.
Lebih lanjut, NasDem juga mengajak seluruh pihak untuk menghentikan politisasi isu yang tidak berdasar, serta mendorong terciptanya diskursus publik yang sehat, objektif, dan bertanggung jawab.
Kunjungan ke PWI Sulteng, kata Nilam, merupakan langkah untuk menyalurkan aspirasi melalui organisasi pers, mengingat tidak adanya perwakilan Tempo maupun Dewan Pers di Sulawesi Tengah. Sementara itu, Ketua PWI Sulteng, Tri Putra Toana, menyatakan pihaknya menerima pernyataan sikap tersebut dan akan menindaklanjutinya sesuai mekanisme organisasi.
“Kami akan berkoordinasi terkait aspirasi ini. Namun perlu kami sampaikan, persoalan ini tidak berkaitan langsung dengan PWI. NasDem dapat menempuh mekanisme jurnalistik, seperti menggunakan hak jawab, hak koreksi kepada Tempo, atau mengajukan pengaduan ke Dewan Pers,” tandasnya.AMR

