SULTENG RAYA  — Dalam mendukung program Pemerintah Indonesia untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060 atau lebih cepat melalui berbagai program strategis, terutama transisi energi fosil ke energi terbarukan (EBT), perusahaan-perusahaan yang berada dalam kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) terus menerapkan prinsip keberlanjutan, mengutamakan efisiensi sumber daya dan meminimalisir dampak dari setiap proses produksi.

PT IMIP sebagai pengelola kawasan industri mineral terintegrasi dan berfasilitas lengkap dari hulu ke hilir, mendorong penerapan transisi energi menggunakan teknologi hijau, dilakukan melalui pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Kali ini, salah satu tenant di kawasan IMIP, PT Sumber Energi Surya Morowali (Sesmo) bakal membangun PLTS dengan kapasitas 200 MWp.

Deputi Direktur Operasional PT IMIP, Yulius Susanto mengatakan, PLTS menghasilkan listrik dari energi matahari tanpa pembakaran bahan bakar fosil saat operasional berlangsung. Emisi karbon operasionalnya sangat rendah dibanding pembangkit batu bara atau diesel. Di sisi lain, inisiatif ini menjadi respon terhadap arah kebijakan pemerintah dalam memacu pemanfaatan energi terbarukan dan pengurangan emisi karbon.

“Pembangunan PLTS di PT Sesmo dengan luas lahan 224 ha, berkapasitas 200 MWp dan penyimpanan baterai 80 Mw, untuk mendukung teknologi energi bersih menuju industri yang berkelanjutan,” kata Yulius Susanto, Senin (11/5/2026).

PLTS berfungsi sebagai sumber energi tambahan yang secara bertahap membantu mengurangi ketergantungan pada pembangkit listrik berbasis batu bara. Listrik yang dihasilkan PLTS ini terutama digunakan untuk kebutuhan operasional pabrik dan perkantoran PT Sesmo. Skema pemakaian mandiri dengan penyaluran surplus memungkinkan pemanfaatan energi surya berjalan lebih optimal sekaligus membantu menstabilkan sistem kelistrikan di kawasan IMIP.