SULTENG RAYA  – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid menghadiri pelantikan Forum Komunikasi Pemangku Adat (FKPA) yang digelar di Grand Ballroom Mellinea Hotel Best Western Palu, Selasa (14/4/2026).

Momentum ini menjadi penegasan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam menjaga dan menguatkan nilai-nilai kearifan lokal sebagai fondasi pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Anwar Hafid menegaskan bahwa pembentukan FKPA merupakan bagian dari cita-cita besar yang telah dirancang bersama Wakil Gubernur, Reny Lamadjido, dan kini diwujudkan melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). “Cita-cita besar saya dengan Ibu Reny, ini adalah cita-cita kami dan alhamdulillah setelah menjabat sebagai gubernur hal ini terjadi lewat RPJMD. Forum komunikasi ini kita formalkan,” ujarnya.

Menurut Anwar, kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kekuatan nilai yang dijaga secara konsisten, terutama nilai spiritual dan kearifan lokal. “Jika dalam sebuah negeri selalu menjaga dua unsur nilai yaitu nilai spiritual dan nilai kearifan lokal maka negeri tersebut akan bangkit dan semakin cepat maju,” tegasnya.

Ia mencontohkan sejumlah negara yang mampu bangkit dan berkembang karena tetap menjaga akar budaya mereka. Jepang, kata dia, berhasil pulih pasca tragedi Bom atom Hiroshima dan Nagasaki karena mempertahankan nilai spiritual dan budaya.

Begitu pula Thailand yang kini mengalami kemajuan pesat di sektor pertanian karena tetap menjunjung tinggi kearifan lokal. “Jepang ketika hancur dibombardir dulu Hiroshima dan Nagasaki, kenapa bisa bangkit karena mereka selalu menjaga dua nilai tersebut. Ada juga Thailand, dulu Thailand itu jauh di bawah Indonesia industri pertaniannya, tapi sekarang bisa besar karena menjaga nilai-nilai kearifan lokal,” jelasnya.