Dalam paparannya dijelaskan lansia merupakan kelompok rentan yang sering menghadapi permasalahan psikologis seperti kesepian, depresi, dan kecemasan, sehingga membutuhkan pendekatan komunikasi yang empatik, sabar, dan penuh perhatian.

Selain itu, disampaikan pula berbagai teknik pendampingan, seperti mendengar aktif, penggunaan bahasa sederhana, serta membangun kepercayaan dalam berkomunikasi. “Peran keluarga dan kader menjadi sangat penting dalam memberikan dukungan emosional, melakukan edukasi, serta mendorong lansia untuk tetap aktif bersosialisasi,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mendampingi lansia di wilayah masing-masing. Dengan kolaborasi antara keluarga, kader, dan lintas sektor, diharapkan kualitas hidup lansia di Sulawesi Tengah dapat terus meningkat menuju lansia yang sehat, mandiri, dan sejahtera. AMR