Mantan Bupati Morowali dua periode tersebut juga mengingatkan bahwa masyarakat Sulawesi Tengah adalah satu keluarga besar yang lahir dari geografis yang sama. Karena itu, rasa persaudaraan harus menjadi kekuatan utama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
“Kita semua adalah bersaudara. Kita semua dilahirkan dari satu geografis yang sama, yaitu Sulawesi Tengah,” katanya.
Lebih jauh, ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga, membangun, dan memajukan daerah sebagai “rumah bersama” yang harus dirawat dengan penuh tanggung jawab. ”Mari kita jaga rumah kita ini, kita bangun rumah kita ini, dan kita majukan rumah ini, Sulawesi Tengah,” ucapnya.
Dalam bagian paling menyentuh dari pidatonya, Anwar Hafid menyuarakan kepedulian terhadap masyarakat yang masih hidup dalam kemiskinan, terutama mereka yang berada di wilayah terpencil. ”Ibu kita Sulawesi Tengah berpesan kepada kita: tolong saudara-saudaramu. Mereka ada di gunung, mereka hidup dalam rumah yang tidak layak, mereka hidup dalam tekanan kemiskinan,” tuturnya dengan nada haru.
Menutup sambutannya, ia kembali mengajak seluruh pihak untuk bergerak bersama dalam semangat gotong royong demi menyelamatkan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah. ”Mari kita bersama untuk menyelamatkan saudara-saudara kita,” pungkasnya. *WAN

