Rio Bayu Prayudha – ASN KPPN Tolitoli

Menurut (Coughlan, 2007) dalam (Amtiningsih et al, 2016) kemampuan berpikir kreatif dapat berupa imajinasi individu dalam memecahkan masalah. Kemampuan imaginative inilah memacu seorang PNS menciptakan cara baru, prosedur baru, alat baru yang dapat digunakan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat secara cepat, tepat, akurat dan aman. Kemampuan berpikir kreatif yang dikembangkan dalam pembelajaran menurut Munandar (2009) dalam (Amtiningsih et al, 2016) meliputi aspek fluency (kemampuan berpikir lancar), flexibility (kemampuan berpikir luwes), originality (kemampuan berpikir orisinil), dan elaboration (kemampuan memerinci).

Dengan pengembangan kemampuan berpikir flexibility, dipadukan dengan konsep flexible working space yang diusung oleh Kementerian Keuangan, memberikan peluang kepada pegawai untuk melahirkan inovasi dengan mengadaptasi cara kerja baru, maupun menciptakan alat baru untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat secara tepat, akurat dan aman dengan cara yang paling efektif dan efisien. Untuk melahirkan suatu inovasi yang bermanfaat bagi kantor maupun masyarakat diperlukan adanya pegawai yang kreatif dan inovatif.

Apa itu pegawai kreatif dan inovatif?

Yang dimaksud dengan kreatif adalah suatu langkah dalam proses penciptaan suatu produk dengan memanfaatkan pikiran yang nantinya akan menghasilkan sebuah ide. Sedangkan inovatif adalah pengembangan dari sebuah ide atau gagasan yang sudah diciptakan untuk kemudian dimanfaatkan dengan membuatkan ke dalam sebuah tindakan inovasi. Maka pegawai kreatif dan inovatif adalah pegawai yang mampu menciptakan ide atau gagasan baru yang mampu mengasilkan produk baru yang belum ada sebelumnya dan mampu mengimplemantasikan ide atau gagasan baru tersebut untuk dijalankan atau dikerjakan.

Setelah terbentuk sebuah inovasi, diperlukan sinergitas dan konsistensi untuk mengaplikasikan dalam pelayanan. Karena inovasi yang telah dibentuk tersebut tidak bisa dijalankan oleh seorang pegawai saja, diperlukan dukungan oleh lingkungan sekitar dalam hal ini rekan satu kantor untuk mengimplementasikan inovasi tersebut. Terdapat beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar inovasi dapat dijalankan dengan sukses.

1. Commitment, Adanya kesadaran untuk melakukan berbegai perubahan demi peningkatan kepuasan stakeholder.

2. Mindset, Inovasi yang diimplementasikan adalah inovasi jangka panjang yang artinya perubahan atau dampak pengimplementasian inovasi tidak dapat terlihat secara instan setelah inovasi dilaksanakan.

3. Partner. Dalam hal ini stakeholder sebagai mitra kerja KPPN memberikan feed back atas inovasi atau pelayanan yang telah diberikan.

Inovasi yang teruji manfaatnya dan diimplementasikan dengan optimal akan memberikan dampak positif baik untuk diri sendiri maupun perusahaan seperti peningkatan output secara konkrit, meningkatkan produktivitas dan mendoring kerja tim serta kolaborasi. Selain itu momentum inilah yang menunjukkan kontribusi ekstra individu dalam organisasi, yakni ide atau kreatifitas untuk menciptakan inovasi, dan ketelatenan dalam mengimplementasikan inovasi tersebut. ***