SULTENG RAYA – Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia Sulawesi Tengah (Apindo Sulteng) dan PT Bank Tabungan Negara (BTN) KC Palu melakukan perjanjian kerja sama (PKS) bisnis di kantor BTN KC Palu, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Palu, Rabu (4/11/2026).

‎Sebagai langkah awal, PKS ini menekankan kesepakatan pengembangan green economy (ekonomi hijau) untuk pertumbuhan usaha lintas sektor di bawah naungan Apindo Sulteng.

‎Ketua DPP Apindo Sulteng, Chandra Wijaya mengatakan, sinergi dengan BTN Palu dipandang sebagai langkah maju untuk menumbuhkan ekonomi sektor usaha yang ramah lingkungan.

‎Apindo Sulteng, kata dia, ingin mendukung usaha-usaha yang sudah eksis di lapangan yang telah memiliki potensi pasar dan bertumbuh.

‎”BTN Palu cukup eksis saat ini. Sudah sekira dua bulan ini kita intens komunikasi. Lewat kerja sama ini, kami ingin mengembangkan segmentasi usaha yang bersifat hijau, ekonomi hijau. Ekonomi hijau ini yang tidak merusak alam, tapi potensi ke depannya itu berkembang; sektor pertanian, perkebunan, hingga kelautan,” kata Chandra Wijaya kepada awak media usai pelaksanaan PKS itu.

‎Setali tiga uang, Branch Manager BTN KC Palu, Herry Gerald Talupun mengatakan, BTN Palu sangat menyambut baik PKS itu. Kata dia, dengan PKS yang terjalin dengan DPP Apindo Sulteng, BTN ingin mengubah stigma masyarakat bahwa BTN hanya soal KPR.

‎”Sekarang ini, kita berupaya mengimplementasikan visi BTN yakni Beyond Mertgage, lebih dari sekadar KPR. Kita ingin mendukung ekonomi masyarakat. Di bawah Apindo ada banyak usaha-usaha lintas segmen dan semua kalangan,” kata Herry.

‎Lanjut Herry, melalui PKS itu juga, BTN Palu dan Apindo Sulteng akan mengelaborasi usaha lintas segmen, memberikan fasilitas-fasilitas perbankan, hingga kredit.

‎”Kami ingin skema pembiayaan konsep KUR masuk pada PKS ini dengan fasilitas kredit hingga Rp500 juta. Kredit yang dapat mendorong ekonomi tumbuh,” tutup Herry Gerald Talupun. RHT