SULTENG RAYA – Upaya penguatan garda terdepan  kesehatan masyarakat terus digalakkan di Kabupaten Donggala melalui kolaborasi akademisi dan praktisi lapangan. Tim Dosen Poltekkes Kemenkes Palu menggelar pelatihan intensif bagi belasan kader Posyandu di Kelurahan Kabonga Kecil bertajuk “Peningkatan Kapasitas Kader dalam Deteksi Dini Risiko  Depresi dan Hipertensi Melalui Intervensi Terpadu Kesehatan Jiwa dan Jantung.

Kegiatan pengabdian masyarakat yang dipimpin oleh Aminuddin, S.Kep.Ns., M.Kes, ini dirancang untuk mensinergikan penanganan dua masalah kesehatan yang sering berkaitan erat, yakni tekanan darah tinggi (hipertensi) dan gangguan kesehatan mental (depresi)

Dalam arahannya, Aminuddin menekankan bahwa deteksi dini di tingkat akar rumput adalah kunci sebelum kondisi kesehatan warga memburuk. “Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kader dalam melakukan deteksi dini terhadap risiko depresi dan hipertensi yang merupakan dua masalah kesehatan yang sering terjadi di masyarakat dan saling berkaitan,” jelas Aminuddin

Pelatihan ini menghadirkan dua pakar utama sebagai narasumber. Dr. Irsanty Collein memberikan pendalaman materi mengenai penanganan hipertensi, sementara Eli Saripah memaparkan teknik integrasi deteksi dini risiko depresi. Sebanyak 17 kader dari wilayah kerja Puskesmas Gonenggati dibekali pengetahuan teoritis serta keterampilan praktis dalam melakukan skrining yang akurat.

Selama kegiatan, para peserta menunjukkan antusiasme tinggi, terutama saat sesi praktik skrining yang memadukan aspek fisik dan psikologis secara bersamaan. Dengan bekal keahlian baru ini, para kader diharapkan mampu menjadi “detektor dini” yang tangguh guna menekan angka kesakitan fisik dan mental di wilayah Kabupaten Donggala secara berkelanjutan. AMR