SULTENG RAYA– Pemerintah Kota Palu di bawah kepemimpinan Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, menerima Anugerah Prakarsa Inklusi dari Komisi Nasional Disabilitas (KND) Republik Indonesia.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua KND RI, Dr. Dante Rigmalia, M.Pd., kepada Wali Kota Palu Hadianto Rasyid pada pembukaan Dialog Bersama Ketua KND dan Organisasi Penyandang Disabilitas (OPDis) Kota Palu, Kamis (08/10/2026), di Sriti Convention Hall Center, Kota Palu.
Anugerah Prakarsa Inklusi diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dukungan Pemerintah Kota Palu terhadap Gerakan Indonesia Inklusif-Ramah Disabilitas, khususnya dalam upaya pelaksanaan penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di Kota Palu.
Dialog tersebut mengangkat tema “Menuju Kota Palu Ramah Disabilitas: Sinergi Pemerintah Daerah dan Komisi Nasional Disabilitas dalam Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas.”
Kegiatan ini menjadi ruang dialog antara pemerintah daerah, KND, dan organisasi penyandang disabilitas untuk membangun pemahaman bersama sekaligus mengidentifikasi berbagai langkah yang dapat dilakukan secara konkret dalam mewujudkan lingkungan yang semakin inklusif dan ramah bagi penyandang disabilitas.
Dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan, Wali Kota Hadianto menegaskan agar dialog tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Wali kota meminta perwakilan OPD menyimak setiap pembahasan dan mencatat berbagai hal yang dapat diwujudkan secara nyata.
“Jangan dijadikan acara ini seremoni saja. Tolong disimak betul, buat catatan-catatan yang bisa kita wujudkan. Karena kalau bukan kita, siapa lagi yang akan mewujudkan untuk mereka,” tegas wali kota.
Menurut wali kota, penyandang disabilitas merupakan bagian dari masyarakat yang harus mendapatkan perhatian dan dukungan bersama, mengingat masih terdapat kelompok yang mengalami keterbatasan akses maupun kondisi yang membuat mereka rentan termarjinalkan.
Wali kota juga mengajak seluruh pihak untuk memahami bahwa setiap orang memiliki persepsi dan ukuran kebahagiaan yang berbeda, termasuk penyandang disabilitas. “Mungkin kita anggap kita sempurna, kita juga punya persepsi kebahagiaan sendiri. Begitupun mereka yang disabilitas, mereka punya kebahagiaan sendiri,” ujar wali kota.