SULTENG RAYA – Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu, Prof. Dr. H. Rajindra, SE., MM, mengajak seluruh mahasiswa baru untuk terus berkarya sejak berada di bangku kuliah tanpa harus menunggu menyandang gelar sarjana.
Pesan tersebut disampaikan Prof. Rajindra saat memberikan arahan kepada mahasiswa baru dalam kegiatan Masa Ta’aruf (MASTA) Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Banua Kaili (GBK) Rusdy Toana, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Tengah, Muh. Amin Parakkasi, S.Ag., M.HI, Wakil Rektor III Unismuh Palu, Dr. Budiman, S.Pd., M.Kes, serta para Wakil Dekan III di lingkungan Unismuh Palu.
Prof. Rajindra menegaskan, tugas utama mahasiswa ketika memasuki perguruan tinggi adalah belajar dengan sungguh-sungguh agar dapat menyelesaikan pendidikan tepat waktu. Namun, menurutnya, mahasiswa juga perlu mengembangkan potensi dan kemampuan melalui berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik.
Ia mengatakan, berkarya tidak harus menunggu seseorang menyelesaikan pendidikan dan memperoleh gelar sarjana.
Menurutnya, lingkungan kampus menyediakan banyak ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri, salah satunya melalui organisasi kemahasiswaan.
Di Unismuh Palu, mahasiswa dapat bergabung dalam berbagai organisasi, seperti Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Tapak Suci, dan sejumlah organisasi kemahasiswaan lainnya.
Organisasi tersebut, kata Prof. Rajindra, dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk belajar kepemimpinan, membangun jejaring, serta menimba pengalaman yang tidak seluruhnya diperoleh melalui proses perkuliahan di dalam kelas.
“Berlomba-lombalah masuk organisasi dan ingat, jangan lupa tugas utamamu yaitu belajar, kuliah, dan keluar sebagai sarjana tepat waktu,” pesan Prof. Rajindra di hadapan ratusan mahasiswa baru.
Selain mendorong mahasiswa aktif berkarya, Prof. Rajindra juga menyampaikan bahwa mahasiswa baru telah memilih tempat yang tepat untuk melanjutkan pendidikan di Unismuh Palu.
Ia kemudian menjelaskan makna identitas Unismuh Palu sebagai kampus biru. Menurutnya, warna biru dapat dimaknai sebagai semangat untuk memiliki cita-cita setinggi langit, sekaligus memiliki kedalaman ilmu pengetahuan sebagaimana dalamnya samudra.
“Kalau melihat ke atas, kita melihat birunya langit. Artinya, kita harus bercita-cita setinggi langit. Kalau melihat ke bawah, kita melihat birunya laut, artinya kita harus memiliki kedalaman ilmu pengetahuan sebagaimana dalamnya samudra,” ujarnya.
Prof. Rajindra juga mengingatkan mahasiswa baru agar memanfaatkan kepercayaan yang telah diberikan orang tua dengan belajar secara sungguh-sungguh dan menyelesaikan pendidikan dengan baik.
Ia berharap para mahasiswa dapat tumbuh menjadi generasi terbaik yang nantinya mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, daerah, bangsa, dan negara.
“Selamat datang buat kalian. Gunakan kepercayaan yang diberikan oleh orang tua kalian untuk belajar di kampus ini. Jadilah kader-kader terbaik di masyarakat nanti yang berguna bagi nusa dan bangsa,” katanya.
Sementara itu, Ketua PWM Sulawesi Tengah, Muh. Amin Parakkasi, menyampaikan bahwa keberadaan Unismuh Palu tidak dapat dipisahkan dari Muhammadiyah sebagai sebuah gerakan yang memiliki jaringan luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Ia mengingatkan mahasiswa baru agar tidak memandang diri mereka hanya sebagai bagian dari Unismuh Palu, tetapi juga sebagai bagian dari keluarga besar Muhammadiyah.
“Ketika Anda masuk Unismuh, jangan memencilkan diri hanya sebagai bagian dari Unismuh Palu. Kalian semua adalah bagian dari Muhammadiyah,” ujar Amin Parakkasi.
Menurutnya, jaringan Muhammadiyah yang tersebar dari Sabang hingga Merauke, bahkan hingga berbagai negara, membuka peluang bagi kader dan mahasiswa untuk memperluas pengalaman serta membangun jejaring internasional.
Ia menyebut, ke depan peluang kerja sama dan pertukaran internasional antarperguruan tinggi akan terus dikembangkan. Karena itu, mahasiswa diminta mempersiapkan diri dengan meningkatkan kemampuan akademik, keterampilan, serta penguasaan bahasa asing.
Amin mencontohkan adanya jaringan pendidikan Muhammadiyah di sejumlah negara yang dapat menjadi peluang bagi mahasiswa untuk menimba pengalaman di tingkat internasional.
“Sekarang sudah ada peluang-peluang kerja sama dan pertukaran internasional. Siapa yang bisa mengajar? Siapa yang bisa ke sana? Anda punya peluang untuk betul-betul mendunia,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh mahasiswa baru memanfaatkan masa studi di Unismuh Palu untuk mengembangkan kemampuan dan membangun kapasitas diri.
“Selaku Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Tengah, saya mengucapkan selamat datang untuk kalian di Muhammadiyah, bukan hanya di universitas, tetapi di Muhammadiyah yang terus berkembang dan telah go international,” sebutnya. ENG