SULTENG RAYA — Ancaman penyakit bangkalan yang menyerang tanaman durian di Sulawesi Tengah mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahkan memerintahkan jajaran Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian segera turun tangan untuk menyelamatkan produksi durian yang menjadi salah satu komoditas unggulan daerah.

Instruksi itu disampaikan Mentan Amran saat menghadiri Rapat Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka Wisuda dan Dies Natalis Universitas Tadulako (UNTAD) di Auditorium UNTAD Palu, Kamis (20/8/2026). Dalam agenda tersebut, Mentan Amran hadir menyampaikan orasi ilmiah mengenai strategi penguatan ketahanan pangan nasional. Namun, persoalan pertanian di Sulawesi Tengah turut mencuat ketika sesi tanya jawab berlangsung.

Ketua Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia (APDURIN) Sulawesi Tengah, Hengky Idrus, S.P, M.Si, memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan langsung keresahan petani durian kepada Mentan.

Hengky mengungkapkan, serangan penyakit bangkalan, yang ditandai dengan buah durian gugur sebelum mencapai tingkat kematangan sempurna, telah berdampak signifikan terhadap produksi. Bahkan, penurunan hasil durian di Sulawesi Tengah disebut mencapai sekitar 60 persen.

“Kondisi ini sangat merugikan petani lokal, terlebih durian dari Sulawesi Tengah saat ini sudah berhasil menembus pasar ekspor internasional. Kami meminta intervensi langsung dari pemerintah untuk menurunkan ahli-ahli proteksi pertanian terbaik demi mengatasi penyakit bangkalan ini,” ujar Hengky.