SULTENG RAYA– Himpunan Mahasiswa Arsitektur (HIMA ART) Universitas Tadulako (Untad) berdiskusi bersama Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, membahas pembangunan infrastruktur dan pengembangan ruang publik di Kota Palu.
Diskusi tersebut berlangsung di Rumah Jabatan Wali Kota Palu, Selasa (4/8/2026), setelah audiensi khusus terkait rencana keikutsertaan dalam Pertemuan Karya Ilmiah Mahasiswa Arsitektur Indonesia (PKMAI) yang akan berlangsung di Makassar.
Dalam pertemuan itu, mahasiswa menyampaikan pandangan mengenai pentingnya pembangunan infrastruktur yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga mampu mendukung aktivitas dan kebutuhan masyarakat.
Perwakilan HIMA Arsitektur Untad, Khalid, mengatakan mahasiswa arsitektur memiliki perhatian khusus terhadap perkembangan infrastruktur karena aspek tersebut menjadi salah satu unsur penting dalam membentuk karakter sebuah kota.
Menurutnya, infrastruktur yang dirancang dan dikelola dengan baik akan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan kualitas kehidupan perkotaan.
“Sebagai mahasiswa arsitektur, perhatian kami tentu pada pembangunan infrastruktur. Infrastruktur merupakan wajah sebuah kota. Jika infrastrukturnya baik, maka masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung,” kata Khalid.
Ia menilai salah satu ruang publik di Kota Palu yang telah menunjukkan fungsi tersebut adalah kawasan Vatulemo.
Kawasan Vatulemo dinilai mampu menjadi ruang interaksi dan aktivitas masyarakat yang dimanfaatkan secara aktif sepanjang hari, mulai pagi hingga malam. Selain menjadi lokasi olahraga, kawasan tersebut juga digunakan masyarakat untuk berbagai aktivitas sosial.
Keberadaan ruang publik seperti Vatulemo, kata Khalid, menunjukkan bahwa fasilitas perkotaan dapat memiliki fungsi yang lebih luas apabila dirancang sesuai kebutuhan masyarakat dan dikelola secara berkelanjutan.
HIMA ART berharap pengembangan infrastruktur dan ruang publik di Kota Palu terus dilakukan dengan mempertimbangkan aspek kenyamanan, kualitas lingkungan serta kebutuhan masyarakat.
“Kami berharap pembangunan infrastruktur di Kota Palu terus ditingkatkan agar kota ini semakin nyaman dan berkualitas,” harapnya.
Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid menyimak setiap saran dan masukan yang disampaikan oleh mahasiswa, berharap diskusi seperti ini terus dilakukan, terlebih jika menyertakan generasi muda yang memiliki jiwa kreatifitas tak terbatas.
Audiensi tersebut sekaligus menjadi ruang dialog antara pemerintah daerah dan kalangan akademisi, khususnya mahasiswa arsitektur. Pertemuan itu diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi dalam menghadirkan gagasan konstruktif bagi pengembangan Kota Palu. ENG