SULTENG RAYA – Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Sulawesi Tengah bersama Majelis Pembinaan Kader dan Majelis Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah menggelar kegiatan Baitul Arqam selama tiga hari, Jumat-Ahad, 31 Juli–2 Agustus 2026, di Gedung TK ABA 1 Palu, Jalan Cik Ditiro, Kota Palu.

‎Kegiatan mengusung tema “Guru Hebat, Generasi Beradab: Menguatkan Spirit Keislaman dan Ke-‘Aisyiyahan dalam Pendidikan Anak Usia Dini untuk Menguatkan Dakwah Persyarikatan.”

‎Ketua Panitia, Ir. Tirtha Ayu Paramita, S.Hut., M.P., IPM, mengatakan Baitul Arqam merupakan salah satu bentuk pembinaan ideologi, keislaman, dan keorganisasian bagi guru-guru Taman Kanak-kanak ‘Aisyiyah.

‎”Kegiatan ini dilaksanakan sebagai salah satu bentuk pembinaan ideologi, keislaman, dan keorganisasian bagi guru-guru taman kanak-kanak Aisyiyah,” ujarnya.

‎Menurutnya, Baitul Arqam diharapkan mampu memperkuat pemahaman peserta terhadap nilai-nilai Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Ke-‘Aisyiyahan, sekaligus meningkatkan komitmen para guru dalam menjalankan tugas pendidikan serta dakwah melalui lembaga pendidikan anak usia dini.

‎Ia menjelaskan, kegiatan tersebut diikuti sebanyak 25 peserta yang berasal dari Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Donggala. Selama tiga hari, para peserta akan mendapatkan berbagai materi, di antaranya penguatan akidah, ibadah, akhlak, pemahaman tentang Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, kepemimpinan, etika profesi pendidik, hingga penguatan peran guru sebagai pendidik, teladan, sekaligus kader persyarikatan.

‎”Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan penuh tanggung jawab. Ilmu, pengalaman, serta nilai-nilai yang diperoleh selama kegiatan ini diharapkan tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari dan diterapkan dalam pelaksanaan tugas di sekolah,” katanya.

‎Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sulawesi Tengah, Dr. Hj. Nudiatulhuda Mangun, S.E., M.Si., menegaskan bahwa landasan utama dalam berorganisasi adalah semangat kesukarelaan dan keikhlasan.

‎”Dalam berorganisasi ini sebenarnya intinya adalah kesukarelaan dan keikhlasan. Sebab tujuannya jelas, amar ma’ruf nahi munkar, bagaimana kita berbuat sesuatu yang bermakna bagi masyarakat secara umum,” ujarnya.

‎Ia mengatakan, melalui Baitul Arqam para peserta memperoleh bekal dasar mengenai pemahaman ber-Muhammadiyah sekaligus penguatan nilai-nilai ketauhidan.

‎”Baitul Arqam ini, kita diberikan pengetahuan dasar tentang bagaimana ber-Muhammadiyah dan ketauhidan. Di sinilah kita ditempah,” katanya.

‎Ia berharap seluruh materi yang diberikan dapat diikuti dengan sepenuh hati sehingga nilai-nilai yang terkandung dalam Baitul Arqam benar-benar dapat dihayati dan diamalkan.

‎”Saya harap, materi-materi yang diberikan dapat kita jalani dengan sepenuh hati, sehingga nilai-nilai dari Baitul Arqam kita bisa dapatkan,” tandasnya.

‎Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Tengah, Dr. H. Mustamin Idris, M.Si, menilai ‘Aisyiyah merupakan mitra utama Muhammadiyah dalam menyiapkan kader-kader persyarikatan.

‎”Saya selalu menganggap bahwa ‘Aisyiyah adalah mitra utama. ‘Aisyiyah punya peran penting dalam mempersiapkan kader-kader Muhammadiyah, bagaimana meletakkan nilai-nilai dasar ke depan. Karena terus terang, pada interaksi-interaksi saya dengan insan Muhammadiyah, mereka menyampaikan bahwa mereka banyak menimba ilmu di ‘Aisyiyah. Banyak tantangan yang harus kita hadapi bersama,” ujarnya.

‎Ia juga berpesan kepada seluruh peserta yang berprofesi sebagai guru agar mampu menjadi teladan bagi peserta didik, khususnya anak-anak usia dini.

‎”Saya meminta peserta ini, yang adalah guru, dalam menjalankan tugasnya harus memberikan teladan kepada murid. Karena murid, khususnya PAUD, mereka meniru tindak-tanduk kita,” pungkasnya. RHT