SULTENG RAYA – Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu melalui Lembaga Pengembangan dan Pembinaan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LP2AIK) kembali menggelar Baitul Arqam (BA) Mahasiswa Purna Studi (MPS), kali ini merupakan Angkatan V Tahun Akademik 2025/2026 sebagai bagian dari proses pengkaderan mahasiswa menjelang kelulusan.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, Jumat hingga Ahad (26–28 Juni 2026) itu dipusatkan di Aula Rektorat Unismuh Palu dan diikuti sebanyak 100 mahasiswa. Baitul Arqam kali ini mengusung tema “Iman, Ilmu, dan Amal Jadi Bekal Lulusan Menuju Masa Depan Berkemajuan.”

Pembukaan kegiatan dihadiri Wakil Rektor III Dr. Budiman, M.Kes., Wakil Rektor IV Dr. Moh. Yusuf Hasmin, M.H., para dekan, Direktur Pascasarjana, Wakil Dekan, serta sejumlah kepala biro di lingkungan Unismuh Palu.

Ketua LP2AIK Unismuh Palu, Dr. Feri, M.Si., mengatakan Baitul Arqam bukan sekadar kegiatan seremonial ataupun memenuhi kewajiban akademik, melainkan menjadi salah satu ciri khas Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) dalam membentuk lulusan yang memiliki kualitas intelektual, spiritual, dan integritas.

“Baitul Arqam bukan hanya menggugurkan kewajiban. Ini adalah bagian dari proses pengkaderan agar lulusan PTMA memiliki cara berpikir yang lebih maju, berintegritas, dan siap menjadi kader yang berkualitas. Karena itu seluruh peserta harus mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh,” ujar Feri, Jumat (26/6/2026).

Ia menjelaskan, tema yang diusung menggambarkan keterkaitan antara iman, ilmu, dan amal sebagai fondasi utama bagi setiap lulusan Muhammadiyah.

“Keimanan harus terus ditanamkan. Iman membutuhkan ilmu agar semakin kokoh, sementara ilmu harus diwujudkan dalam bentuk amal untuk menyebarkan kebaikan. Mahasiswa PTMA adalah mahasiswa yang bergerak, demikian pula kader Muhammadiyah adalah kader yang berkemajuan,” katanya.

Selama pelaksanaan Baitul Arqam, peserta akan mendapatkan berbagai materi keislaman dan kemuhammadiyahan, pembinaan karakter, pengalaman lapangan, hingga kegiatan outbound sebagai bagian dari penguatan kerja sama dan kepemimpinan.

Sementara itu, Wakil Rektor III Unismuh Palu, Dr. Budiman, M.Kes., yang mewakili Rektor Unismuh Palu, Prof. Dr. H. Rajindra, M.M., saat membuka kegiatan menegaskan bahwa Baitul Arqam merupakan salah satu instrumen utama pengkaderan di lingkungan PTMA dan wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa.

Menurutnya, sistem pengkaderan di Unismuh Palu dilaksanakan secara berjenjang sejak mahasiswa memasuki perguruan tinggi hingga menjelang menyelesaikan studi.

“Tahapan pertama adalah Baitul Arqam Dasar (BAD) yang diperuntukkan bagi mahasiswa muslim reguler pada semester awal. Selanjutnya terdapat pengajian rutin yang dilaksanakan bergilir di setiap fakultas sebanyak dua kali dalam sebulan oleh LP2AIK. Adapun Baitul Arqam Mahasiswa Purna Studi menjadi tahapan terakhir yang wajib diikuti seluruh mahasiswa, baik muslim maupun nonmuslim,” jelasnya.

Budiman menambahkan, setiap tahapan pengkaderan memiliki tujuan akademik sekaligus pembinaan karakter. Baitul Arqam Dasar menjadi salah satu prasyarat pengajuan proposal penelitian, sedangkan Baitul Arqam Mahasiswa Purna Studi merupakan prasyarat bagi mahasiswa sebelum mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan menyelesaikan skripsi.

Lebih dari sekadar memenuhi persyaratan akademik, lanjutnya, kegiatan tersebut bertujuan mempersiapkan lulusan agar mampu menjadi representasi Muhammadiyah ketika terjun ke tengah masyarakat.

“Ketika nanti berada di masyarakat, lulusan Unismuh harus mampu menjelaskan apa itu Muhammadiyah dengan baik, memberikan informasi yang benar, sekaligus menunjukkan akhlak yang mencerminkan nilai-nilai Islam Berkemajuan,” ujarnya.

Selama mengikuti Baitul Arqam, peserta juga dibekali berbagai ilmu yang diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat sekaligus diteruskan kepada orang lain. “Ilmu itu harus disebarluaskan. Kami berharap setelah mengikuti kegiatan ini ada perubahan positif dalam diri mahasiswa, mulai dari peningkatan pemahaman keislaman hingga kedisiplinan dalam menjalankan ibadah. Paling tidak, salatnya semakin tepat waktu dan tidak lagi bolong-bolong,” tutup Budiman. ENG