SULTENG RAYA – Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tengah mencatat untuk serapan gabah petani lokal mencapai 10.349 ton setara beras.
“Itu sejak Januari hingga 24 Juni 2026. Kami optimistis target serapan gabah petani lokal di Sulawesi Tengah melebihi target,” kata Pemimpin Bulog Kanwil Sulteng, Jusri belum lama ini.
Hingga akhir tahun 2026, pihaknya meyakini bahwa target bisa terlampaui sebesar 11.300 ton. Bahkan, Bulog Sulteng melibatkan mitra penggilingan padi, Bhayangkara Pembina Desa (Bhabinsa) dan penyuluh pertanian.
“Kami berkolaborasi dengan beberapa pihak terkait. Untungnya dari kolaborasi itu capaian serapan sangat progresif,” jelasnya.
Lanjut Jusri, sebab pola pembelian gabah oleh Bulog memberikan keuntungan ekonomis bagi petani dengan harga Rp6.500 per kilogram sesuai penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
“Ini bagian dari upaya menggairahkan petani menanam padi, karena pemerintah telah menjamin harga,” ujarnya.
Pihaknya juga berkomitmen terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi kepada petani, supaya mereka menjual hasil produksi dalam bentuk gabah kepada Bulog.
“Bulog juga siap membeli beras petani dengan harga Rp12 ribu per kilogram. Saat ini produk paling banyak di gudang Bulog berupa gabah,” ungkapnya. RHT