SULTENG RAYA – Sebanyak 108 calon panitia Tanwir II Muhammadiyah Tahun 2026 berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian Baitul Arqam yang digelar selama dua hari, 18–19 Juni 2026, di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Tengah.

Penutupan kegiatan diwarnai dengan pemberian penghargaan kepada peserta terbaik dalam berbagai kategori sebagai bentuk apresiasi atas capaian selama mengikuti proses pembinaan.
Baitul Arqam yang menjadi tahapan awal pembentukan panitia Tanwir II ini bertujuan memperkuat ideologi, kepemimpinan, serta profesionalisme calon panitia sebelum terlibat dalam pelaksanaan agenda nasional Muhammadiyah yang akan berlangsung di Kota Palu pada November 2026.
Pada penutupan kegiatan, panitia bersama instruktur mengumumkan peserta terbaik berdasarkan penilaian aspek kognitif, psikomotorik, dan afektif di masing-masing kelas.
Predikat peserta terbaik ketiga diraih Dr. Budiman, S.Pd., M.Kes (Kelas A), Vivin Sri Wahyuni, S.M., M.M. (Kelas B), dan Dr. dr. Amir Syafruddin, M.Ked.Ed. (Kelas C).
Sementara itu, peserta terbaik kedua diberikan kepada Dr. Fery, S.Sos., M.Si. (Kelas A), Ari Fahri, S.I.Kom., M.I.Kom. (Kelas B), serta Nurainun, S.Pd. (Kelas C).
Adapun peserta terbaik pertama diraih A. Moh. Ickhamal Suryadinata, S.Pd., M.Pd. (Kelas A), Umar Hannase, S.E., M.M. (Kelas B), dan Rudianto, S.Pd.I., M.Pd. (Kelas C).
Selain penghargaan akademik, panitia juga memberikan apresiasi kepada peserta terdisiplin yang diraih Dr. Budiman, S.Pd., M.Kes. (Kelas A), Prof. Dr. H. Rajindra, S.E., M.M. (Kelas B), dan H. Muh. Amin Parakkasi, S.Ag., M.HI. (Kelas C).
Kategori peserta terlucu diberikan kepada S. Saleh, S.Pd.I., M.Pd. (Kelas A), Moh. Misbahudin, S.Pd. (Kelas B), dan Moh. Zulandri, S.Pd.I., M.Pd. (Kelas C).
Sementara penghargaan sebagai peserta teraktif diraih Dr. Ahmad Yani, S.K.M., M.Kes., M.I.Kom. (Kelas A), Dr. Sudirman, S.K.M., M.Kes. (Kelas B), serta Mujud, S.Pd.I. (Kelas C).
Master of Training, Prof. Latipun, Ph.D, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur karena seluruh rangkaian Baitul Arqam dapat terlaksana dengan baik dan diikuti peserta secara antusias.
“Alhamdulillah, peserta telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Baitul Arqam. Dari 150 orang yang terdaftar, sebanyak 108 peserta mengikuti kegiatan ini hingga selesai,” ujarnya saat penutupan, Jumat (19/6/2026) malam.
Menurutnya, tujuan utama Baitul Arqam adalah meneguhkan ideologi kader sebagai bekal utama dalam menyukseskan pelaksanaan Tanwir II Muhammadiyah.
Ia menilai proses diskusi dan dinamika selama pelatihan menunjukkan para peserta telah berada pada arah yang tepat dalam memahami nilai-nilai persyarikatan dan kepanitiaan.
Prof. Latipun juga mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan pelatihan sekaligus menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan selama penyelenggaraan kegiatan.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Tengah, H. Muh. Amin Parakkasi, S.Ag., M.HI, mengaku terharu melihat para pimpinan Muhammadiyah Sulawesi Tengah tetap membersamai peserta hingga kegiatan berakhir.
Menurutnya, para pimpinan tidak hanya hadir sebagai pengarah, tetapi juga mengikuti seluruh proses sebagai peserta dengan mengesampingkan jabatan yang mereka emban.
Ia juga menyampaikan bahwa keberhasilan penyelenggaraan Baitul Arqam tidak terlepas dari dukungan dua Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Sulawesi Tengah, yakni Universitas Muhammadiyah Palu dan Universitas Muhammadiyah Luwuk.
Amin menegaskan, seluruh peserta tidak perlu terlalu memikirkan persoalan kelulusan karena yang terpenting adalah ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti pelatihan. “Materinya luar biasa selama dua hari ini,” katanya.
Ia menambahkan, para instruktur yang terlibat merupakan kader-kader pilihan Muhammadiyah yang memiliki pengalaman dan kapasitas dalam pembinaan kader, sehingga proses Baitul Arqam berlangsung efektif dan berkualitas.
Dalam kesempatan tersebut, Amin juga mengingatkan para calon panitia mengenai tiga pilihan sikap ketika nantinya dipercaya menjadi panitia Tanwir.
“Kalau menjadi panitia, pilihannya hanya tiga. Menjadi pelopor, kalau tidak bisa menjadi pelopor maka jadilah partisipan. Kalau tidak mampu menjadi partisipan, jangan mengganggu. Pelopor, partisipan, jangan mengganggu, hanya itu pilihannya,” tegasnya.
Ia berharap seluruh peserta yang telah mengikuti Baitul Arqam mampu menjadi pelopor atau setidaknya menjadi partisipan aktif dalam menyukseskan Tanwir II Muhammadiyah Tahun 2026.
Di tempat yang sama, Rektor Universitas Muhammadiyah Palu, Prof. Dr. H. Rajindra, S.E., M.M., mengatakan bahwa Baitul Arqam yang telah dilalui merupakan tahapan awal dari proses seleksi calon panitia Tanwir.
Menurutnya, peserta yang dinyatakan lulus masih akan mengikuti tahapan berikutnya sebagai bagian dari proses pembentukan panitia yang profesional dan berintegritas.
“Ini baru tahap pertama. Memang terasa berat di awal, tetapi jika dijalani dengan ikhlas, insyaallah semuanya akan berjalan lancar,” ujarnya.
Rajindra optimistis Muhammadiyah Sulawesi Tengah mampu menjadi tuan rumah yang sukses dalam penyelenggaraan Tanwir II, meskipun merupakan pengalaman pertama menjadi penyelenggara agenda nasional berskala besar.
“Ini pertama kalinya kita melaksanakan kegiatan nasional. Namun saya yakin, dengan semangat, kekompakan, dan kerja sama seluruh panitia, Tanwir II Muhammadiyah 2026 di Kota Palu akan terlaksana dengan sukses. Mari bekerja sebagaimana mestinya,” pesannya. ENG.