SULTENG RAYA – Presiden TDA 9.0, Ferdian Brilian, menegaskan bahwa para perintis usaha harus memiliki kemampuan beradaptasi terhadap perubahan dan perkembangan ekosistem bisnis agar mampu bertahan serta berkembang di tengah persaingan yang semakin dinamis.
Hal itu disampaikan Ferdian saat memberi sambutan pada kegiatan Pesta Wirausaha Palu 2026 “Local to The Next Level” yang diselenggarakan Komunitas Tangan di Atas (TDA) Palu, Sabtu-Ahad (13-14/6/2026).
Menurut Ferdian, TDA saat ini memiliki sekitar 62.000 anggota dan menjadi salah satu komunitas wirausaha terbesar yang terus bergerak mendorong pertumbuhan pelaku usaha di berbagai daerah.
“TDA punya massa 62.000. Kita cukup besar, menjadi salah satu bukti bahwa kita sedang seru dan terus bergerak,” ujarnya.
Ia mengatakan, selama 26 tahun eksis, TDA terus membangun optimisme dan harapan bagi para pelaku usaha melalui berbagai kegiatan pembelajaran, kolaborasi, dan pengembangan jejaring.
“Kami membangun optimisme dan harapan di sini. Dengan berpikiran terbuka, kita akan lebih adaptif terhadap ekosistem usaha untuk lebih berkembang,” katanya.
Sementara itu, Ketua TDA Palu, Rehan Kyai Demak, mengaku senang melihat tingginya antusiasme masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, ramainya peserta menjadi indikator bahwa banyak pelaku usaha yang memiliki keinginan kuat untuk bertumbuh dan mengembangkan bisnisnya.
“Saya senang dengan keramaian ini. Artinya banyak orang yang ingin bertumbuh, usahanya ingin berkembang,” ujarnya.
Rehan menjelaskan bahwa TDA hadir sebagai wadah bagi para pelaku usaha untuk saling mendukung, berbagi pengalaman, dan memperluas jejaring bisnis.
Ia pun mengajak peserta memanfaatkan kegiatan tersebut sebaik mungkin dengan aktif berdiskusi dan membangun relasi yang dapat membuka peluang usaha lebih besar di masa depan.
Apresiasi juga disampaikan Ketua TDA Wilayah Sultenggobar, Bahar Sadika. Ia menilai TDA menjadi ruang belajar yang penting bagi para pelaku usaha, khususnya mereka yang baru merintis bisnis.
“TDA ini jalan untuk kita mengembangkan usaha, bagaimana kita belajar saling berbagi ilmu agar tidak bingung dalam mendirikan usaha,” katanya.
Bahar berharap seluruh materi dan pengalaman yang diperoleh peserta selama kegiatan dapat dipraktikkan dan disebarluaskan sehingga memberikan dampak positif bagi perkembangan kewirausahaan di Sulawesi Tengah dan Gorontalo Barat.
Di sisi lain, Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang didominasi oleh generasi muda tersebut.
Ia menilai tema yang diangkat sangat relevan dengan kebutuhan pelaku UMKM saat ini, yakni mendorong usaha tidak hanya berkembang, tetapi juga mampu naik kelas dan melakukan scale up.
“UMKM ini harus berpikir bagaimana untuk scale up, bukan hanya berkembang. Manfaat UMKM naik kelas sudah jelas, mulai dari peningkatan omzet hingga akses pasar yang lebih luas secara bertahap,” ujarnya.
Menurut Imelda, kegiatan seperti Pesta Wirausaha Palu 2026 menjadi sarana penting untuk menambah wawasan dan pengetahuan pelaku usaha agar mampu meningkatkan kapasitas bisnisnya dan bersaing di pasar yang lebih luas. RHT