SULTENG RAYA– Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kabupaten Parigi Moutong (Parmout) menyelenggarakan rangkaian kegiatan strategis selama dua hari berturut-turut, 15-16 Mei 2026.Kegiatan yang mengusung tema “Optimalisasi Peran MKKS SMK Kabupaten Parigi Moutong dalam Mengawal Transformasi Pendidikan Vokasi yang Adaptif, Inovatif, dan Berdaya Saing” dipusatkan di dua titik, yakni SMKN 1 Toribulu dan Lapangan Kantor Camat Ampibabo.

Rangkaian agenda hari pertama yang dipusatkan di Sekolah Adiwiyata, SMKN 1 Toribulu dihadiri oleh Kepala SMK Negeri/swasta, guru KKA serta guru Matematika se Kabupaten Parmout. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Kabupaten Parmout dan Donggala,Hj. Sarifah Mogili, M.Pd. Dalam arahannya, Sarifah menekankan pentingnya bagi sekolah-sekolah kejuruan untuk terus beradaptasi dengan kemajuan teknologi demi masa depan siswa.

Ketua MKKS SMK Parmout sekaligus juga Kepala SMKN Ampibabo, Suprihatin Ngurawan, S.Pd., M.Si, menyatakan rangkaian agenda ini merupakan realisasi dari program revitalisasi MGMP yang telah digagas sebelumnya,mengingat mata pelajaran (mapel) koding dan AI merupakan mapel baru dalam kurikulum SMK sehingga MKKS perlu mengambil langkah konkret untuk memastikan SMK di wilayah tersebut tetap adaptif dan inovatif di tengah percepatan teknologi. “Hari pertama di Toribulu, kami fokus pada penguatan kompetensi guru melalui Workshop Koding dan Artificial Intelligence (AI),”jelasnya.

Selain workshop KKA, kegiatan dilanjutkan dengan pembentukan pengurus baru MGMP KKA masa bakti 2026 – 2029 dan telah terpilih Yobli Meidianto, S.Kom dari SMKN 1 Mepanga sebagai Ketua MGMP KKA Parmout. “Ini adalah sejarah baru dengan dibentuknya MGMP Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) pertama di Parmout. Kami ingin guru-guru kami menjadi lokomotif perubahan digital,” ujarnya saat ditemui di sela-sela kegiatan.

“Dulu, pelatihan guru bersifat top-down (dari pusat ke daerah). Sekarang, pemerintah melalui Kemendikdasmen lebih menekankan pada Komunitas Belajar (Kombel). MGMP dipandang sebagai wadah paling organik bagi guru untuk berbagi praktik baik (sharing best practice), menyelesaikan masalah pembelajaran secara kolektif di tingkat akar rumput, dan belajar bersama secara berkelanjutan, bukan hanya saat ada undangan seminar,”tambahnya.