SULTENG RAYA- Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu, terhitung 2 Mei 2026 secara resmi menerapkan Presensi Digital kepada semua dosen dan pegawai yang ada di lingkungan kampus biru.
Ditandai peluncuran oleh Rektor Unismuh Palu, Prof. Dr. H. Rajindra, SE., MM pada Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei di lingkungan kampus Biru Unismuh Palu dihadiri para pejabat, dosen, pegawai dan mahasiswa serta Ketua Pembina Harian Unismuh Palu Muh. Amin Parakkasi, S.Ag., M.H.I.

Presensi digital sendiri merupakan sistem pencatatan kehadiran modern berbasis aplikasi, website, atau cloud, yang memungkinkan dosen dan pegawai absen secara online via smartphone.
Prof Rajindra berharap, setelah sistem ini diluncurkan, seluruh dosen dan tenaga kependidikan dapat memanfaatkannya secara optimal. Menurutnya, presensi online justru memberikan kemudahan dan fleksibilitas dalam bekerja.
Selain meningkatkan kedisiplinan, penerapan presensi online juga diharapkan membawa berbagai manfaat lain, seperti mengurangi penggunaan kertas sehingga lebih ramah lingkungan, serta mendukung efisiensi operasional kampus.
Sistem ini juga memungkinkan otomatisasi dalam perhitungan jam kerja, lembur, hingga pengajuan izin atau cuti, sehingga mempercepat proses administrasi, termasuk penggajian.
Lebih lanjut, penggunaan teknologi seperti deteksi wajah atau sidik jari dinilai mampu meminimalisir praktik “titip absen” (buddy punching). Selain itu, sistem ini juga dapat memastikan kehadiran pegawai berada di lokasi kerja yang telah ditentukan, termasuk bagi yang menjalankan tugas lapangan atau bekerja secara remote.
Dengan penyimpanan data berbasis cloud, seluruh informasi kehadiran dapat diakses secara real-time dan lebih aman tanpa memerlukan infrastruktur perangkat keras tambahan di kantor. Yang tidak kalah penting dengan penerapan presensi online ini menjadi bagian dari upaya transformasi digital yang tengah dilakukan Unismuh Palu dalam meningkatkan tata kelola administrasi dan kualitas layanan pendidikan di lingkungan kampus.
Dalam kesempatan itu, Prof Rajindra juga menyampaikan bahwa di era digital yang bergerak sangat cepat ini, tantangan dunia kerja dan dunia pendidikan semakin kompleks. Unismuh Palu sebagai salah satu lembaga pendidikan harus mampu berdiri di garda terdepan untuk melahirkan Inovasi. “Pendidikan harus relevan dengan kebutuhan zaman tanpa meninggalkan identitas moral, termasuk dalam hal apsensi dosen dan pegawai,”ujarnya.
Dimana sebelumnya telah dilakukan ujicoba selama beberapa bulan untuk memastikan seluruh civitas akademika memahami penggunaan sistem baru tersebut sebelum diluncurkan. ENG