Dalam hal ini, wakil wali kota mengingatkan bahwa proses pembelajaran selama Latsar tidak cukup hanya memahami teori yang disampaikan mentor, tetapi juga harus mampu menerapkannya dalam praktik di lapangan.
“Mentor bukan hanya memberikan teori, tetapi juga bagaimana praktik di lapangan. Karena teori dan praktik itu berbeda. Saudara-saudara harus mampu berpikir lebih cepat dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman,” ungkap wakil wali kota.
Wakil wali kota juga menyampaikan bahwa Wali Kota Palu menginginkan kinerja aparatur pemerintah dapat dinilai secara lebih objektif melalui pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Karena itu, seluruh CPNS diminta mempersiapkan diri menghadapi transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan.
Di akhir arahannya, wakil wali kota mengingatkan para peserta agar tidak menunda-nunda pekerjaan dan senantiasa mengedepankan efektivitas serta tanggung jawab dalam bekerja.
Menurut wakil wali kota, perubahan zaman harus diikuti dengan perubahan pola pikir dan budaya kerja.
Jika masih bertahan pada cara-cara lama, maka pembangunan dan kemajuan Kota Palu akan sulit diwujudkan secara optimal.
“Jangan menunda-nunda pekerjaan. Zaman sudah berubah. Kalau kita masih mengikuti cara lama, kota ini tidak akan berkembang. Moving in Action adalah tagline Kota Palu saat ini, dan itu harus kita wujudkan melalui tindakan nyata,” tutup wakil wali kota.
Melalui pelaksanaan Latsar CPNS Tahun Anggaran 2026 ini, diharapkan para peserta mampu membentuk karakter ASN yang berintegritas, profesional, adaptif, kolaboratif, serta berorientasi pada pelayanan masyarakat demi mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang lebih baik di Kota Palu. ABS