Sementara itu, Kepala DPKP Kota Palu, Lukman, mengatakan pemantauan dilanjutkan dengan kunjungan ke lokasi budidaya cabai Program Kelurahan Menanam di Kelurahan Poboya untuk melihat perkembangan produksi petani.
Menurutnya, program tersebut mulai memberikan dampak terhadap ketersediaan cabai di pasaran. Pengembangan budidaya cabai ditargetkan mencapai 10 hektare, dengan realisasi penanaman sekitar 50 persen. Puncak produksi diperkirakan berlangsung pada akhir 2026 hingga 2027.
“Stok cabai tetap tersedia dan harganya masih relatif terjangkau. Artinya, ada pengaruh dari produksi petani yang ikut dalam Program Kelurahan Menanam,” jelas Lukman.
Selain cabai, Pemkot Palu mendorong peningkatan produksi bawang dan tomat melalui pengembangan budidaya serta sekolah lapang bagi petani cabai dan tomat se-Kota Palu di Kelurahan Mamboro.
Melalui pemantauan harga, peningkatan produksi lokal, dan koordinasi dengan pemerintah pusat, Pemkot Palu berharap stabilitas pasokan pangan tetap terjaga, inflasi terkendali, serta daya beli masyarakat terlindungi. ABS