“Begitu ditemukan indikasi kebakaran, harus segera dilakukan langkah penanganan yang cepat, tepat, dan terkoordinasi agar api tidak meluas dan membahayakan keselamatan warga,” tegasnya.

Selain kesiapsiagaan personel, Henry mengimbau masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Ia mengingatkan, api yang awalnya kecil dapat menyebar dengan cepat, terutama ketika cuaca kering dan angin kencang. Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api atau aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu karhutla.

Di Kabupaten Parigi Moutong, apel tersebut melibatkan personel gabungan dari TNI melalui Koramil Parigi, Sat Samapta, Sat Polair, Sat Lantas, Sat Intelkam, Sat Reskrim, Sat Resnarkoba, staf gabungan, Satuan Polisi Pamong Praja, serta BPBD Kabupaten Parigi Moutong.

Operasi Aman Tinombala 2026 juga mengedepankan penegakan hukum secara profesional dan proporsional terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan secara melanggar hukum. Penindakan dilakukan berdasarkan bukti yang sah dan sesuai ketentuan perundang-undangan.

Polres Parigi Moutong berharap keterlibatan seluruh unsur dan partisipasi masyarakat dapat menekan risiko karhutla, melindungi keselamatan warga, serta menjaga kelestarian lingkungan di Kabupaten Parigi Moutong dan wilayah Sulawesi Tengah. AJI