Bukan hanya teknik berkendara, juga faktor penting lainnya seperti mental dan ketenangan menghadapi berbagai kondisi yang terjadi saat race di sirkuit. Ada situasi yang terjadi di luar kontrol dan saya mempelajari bagaimana solusinya untuk pembenahan selanjutnya. Latihan di Jerez setelah musim ini selesai meneruskan momen selalu melangkah menuju development positif.
Saya latihan test ban Michelin pakai tipe soft, medium, hard. Sebelumnya belum pernah pakai ban Michelin di kejuaraan dunia yang saya ikuti. Jadi ini pengalaman baru buat saya dan harus adaptasi cepat untuk set up motor yang sesuai,” ungkap Aldi Satya Mahendra.
Rider berusia 20 tahun itu akan kembali ke Indonesia setelah dua hari berlatih di Jerez. Dia banyak menghabiskan waktu tinggal di Andorra Spanyol saat musim World Supersport berlangsung. Ini membantunya untuk lebih konsentrasi dan beradaptasi dengan cepat.
”Memanfaatkan waktu di Jerez setelah seri terakhir selesai, kami mengarahkan Aldi Satya Mahendra untuk berlatih di sirkuit itu. Bersama tim juga set up baru memakai ban Michelin, jadi penyesuaian buat musim depan. Kami juga sudah melakukan evaluasi dari hasil yang dicapai tahun ini baik dari segi teknis maupun mengasah mental terutama untuk merebut kemenangan race maupun podium. Performanya semakin meningkat, pengembangan bersama tim akan terus diimplementasikan. Juga tahun depan bersama rekan setim di AS BLU CRU Racing Team, Jeremy Alcoba yang ada di posisi 3 klasemen akhir World Supersport 2026 serta berpengalaman tampil di Moto2 dan Moto3, kami harapkan membantu buat pertumbuhan Aldi Satya Mahendra,” tutur Wahyu Rusmayadi, Manager Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).*HJ