Natsir mengakui bahwa kondisi cuaca panas ekstrem selama masa tanam menjadi kendala utama yang memengaruhi kuantitas hasil panen jagung pada musim ini. “Pada periode panen sebelumnya, produksi jagung di lahan tersebut mampu mencapai sekitar 750 kilogram. Namun, akibat dampak cuaca panas, estimasi hasil panen kali ini mengalami penurunan menjadi sekitar 500 kilogram,” terangnya.

Meski menghadapi tantangan iklim, Natsir terus memberikan dorongan semangat kepada para petani dan warga setempat untuk tidak berkecil hati. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk terus aktif memanfaatkan potensi lahan yang ada guna memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung program pemerintah pusat dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan, khususnya dalam meningkatkan produktivitas komoditas jagung di wilayah Ampana Kota,” tutur Natsir. AMR