SULTENG RAYA– Rektor Universitas Tadulako (Untad), Prof. Dr. Ir. Amar, ST., MT., menyoroti memburuknya kualitas udara akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menurutnya, dampak kebakaran tidak hanya mengancam kesehatan manusia, tetapi juga memengaruhi kehidupan masyarakat dan berbagai sektor lainnya.
Hal itu disampaikan Prof Amar dalam pesan almamater pada Wisuda ke-139 Untad di Gedung Auditorium Prof. H. Aminuddin Ponulele, Kamis (22/10/2026). Wisuda tersebut diikuti 1.422 lulusan dari berbagai jenjang pendidikan, mulai diploma tiga, sarjana, magister hingga doktor.
Dalam pesannya, Prof Amar mengatakan, dampak kebakaran hutan dan lahan tidak terbatas pada wilayah yang terbakar, tetapi dapat meluas hingga ke berbagai daerah, bahkan menjadi persoalan lintas negara. “Kualitas udara di sejumlah wilayah, termasuk Palu dan sekitarnya, memburuk akibat kabut asap,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Persoalan yang terjadi di suatu wilayah dapat berdampak terhadap masyarakat di wilayah lain, sehingga diperlukan kepedulian dan tanggung jawab bersama.
Menurut Prof Amar, tantangan zaman menuntut masyarakat memiliki cara pandang yang lebih luas, kepedulian global, serta keberanian mengambil tanggung jawab untuk menyelesaikan persoalan bersama.