Selaras dengan penerimaan PNBP yang optimal, Imigrasi Indonesia juga melakukan optimalisasi layanan untuk menghadirkan pelintas yang berkualitas.
Untuk mendukung optimalisasi layanan, Imigrasi Indonesia menghadirkan platform evisa.imigrasi.go.id, yang memungkinkan fasilitas pembayaran kartu kredit langsung tanpa melalui agen atau penjamin. Hal ini didukung dengan penambahan autogate di tempat-tempat pemeriksaan imigrasi utama. Saat ini tercatat 298 unit autogate telah beroperasi untuk mendukung pembentukan seamless ecosystem di pintu masuk negara.
“Kami mendapati bahwa ternyata orang asing tidak melulu mencari yang gratisan. Pelintas berkualitas yang datang ke Indonesia justru mengharapkan kemudahan di sisi pelayanan imigrasi. Kami menghadirkan kemudahan tersebut melalui ekosistem yang seamless, dari penerbitan visa/izin tinggal hingga sistem perlintasan yang terintegrasi,” ujarnya.
Sementara, dalam aspek pelayanan paspor, pendekatan kepada masyarakat diperluas melalui program jemput bola Pasporia (Paspor Ceria) yang diselenggarakan di ruang-ruang publik seperti Car Free Day (CFD) pada akhir pekan.
Imigrasi juga menambahkan kantor imigrasi baru di berbagai daerah serta mengoperasikan unit-unit pelayanan keimigrasian baru yang dapat melayani masyarakat di luar hari dan jam layanan reguler.
“Kami berkomitmen menghadirkan imigrasi yang seamless namun tetap memiliki muruah sebagai penjaga kedaulatan pintu gerbang negara. Capaian realisasi PNBP akan terus kami tingkatkan. Kami perkirakan pada akhir 2026 bisa tercapai Rp 10,9 triliun sampai Rp 11 triliun,” jelas Hendarsam.*/YAT