Sementara itu, Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding, mengatakan kolaborasi antarlembaga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas UMKM agar mampu memenuhi standar pasar internasional. “Kami ingin UMKM kita punya daya saing di pasar internasional. Produknya betul-betul berkualitas, aman, dan sehat,” ujarnya.

Ia mengatakan Badan Karantina Indonesia akan menyiapkan Klinik Ekspor dan Desa Ekspor sebagai sarana pendampingan, pelatihan, serta pemenuhan berbagai persyaratan ekspor bagi pelaku usaha.

Menteri UMKM RI, Maman Abdurrahman, mengatakan penguatan kolaborasi lintas instansi merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan daya saing UMKM di daerah. “Tujuannya adalah menaikkan dan meningkatkan daya saing UMKM. Badan Karantina memberi pendampingan dan pelatihan standar ekspor, sementara kami fokus pada penguatan pemberdayaan dan akses permodalan,” katanya.

Dengan adanya kerja sama itu, Pemkab Parigi Moutong berharap pelaku UMKM dan petani mendapatkan akses yang lebih luas terhadap pelatihan, sertifikasi perkarantinaan, serta fasilitas pendukung ekspor. Selain durian, Pemkab Parigi Moutong juga mendorong pengembangan komoditas unggulan lainnya, seperti kelapa, kakao dan produk perikanan, agar memiliki nilai tambah dan mampu memasuki pasar internasional. AJI