Ia juga mengungkapkan ketertarikan Pemerintah Provinsi Sichuan terhadap kekayaan budaya dan situs purbakala Sulawesi Tengah yang memiliki kemiripan dengan peninggalan sejarah di wilayah mereka. “Kami ingin dunia mengenal Sulawesi Tengah, bukan hanya karena industrinya, tetapi juga karena pariwisata, budaya, dan warisan sejarahnya,” katanya.
Wakil Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Thomas Sugiarto Oentoro, mengatakan Garuda Indonesia melihat Sulawesi Tengah sebagai kawasan dengan potensi ekonomi yang terus tumbuh.
Menurutnya, Guangzhou merupakan salah satu pusat perdagangan, industri, dan logistik terbesar di Asia. Konektivitas langsung dengan Palu akan mempercepat mobilitas pelaku usaha, memperluas akses pasar, sekaligus mendorong arus investasi dan kunjungan wisata.
“Rute ini bukan sekadar menambah jaringan penerbangan Garuda Indonesia. Kami ingin menghadirkan konektivitas yang mampu membuka peluang ekonomi baru dan memperkuat daya saing daerah,” ujarnya.
Thomas menambahkan, layanan charter tersebut menjadi bagian dari transformasi bisnis Garuda Indonesia yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar sekaligus mendukung pengembangan ekonomi nasional. Gubernur Anwar Hafid optimistis penerbangan Palu-Guangzhou akan menjadi awal pembukaan rute internasional lainnya.
Dalam waktu dekat, maskapai China Southern Airlines dijadwalkan membuka penerbangan langsung dari Guangzhou ke Palu. Selain itu, sejumlah maskapai juga menjajaki pembukaan rute menuju Malaysia dan India. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga terus mempercepat pengembangan Bandara Mutiara SIS Al-Jufri, termasuk perluasan landasan pacu agar mampu melayani pesawat berbadan lebar dan mendukung penyelenggaraan embarkasi haji di masa mendatang.
“Harapan kami sederhana, penerbangan ini terus berkembang, frekuensinya bertambah, investasinya meningkat, wisatawan semakin banyak datang, dan Sulawesi Tengah semakin dikenal dunia,” tutur Anwar.
Dengan penerbangan perdana Palu–Guangzhou, Sulawesi Tengah tidak hanya membuka jalur udara baru, tetapi juga membuka pintu menuju pasar internasional, memperluas ruang pertumbuhan ekonomi, dan memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat pertumbuhan baru di Indonesia bagian timur. WAN