SULTENG RAYA — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menggelar penganugerahan Jamsostek Award 2026 tingkat Provinsi Sulawesi Tengah yang dirangkaikan dengan kegiatan Gathering Penerima Manfaat Beasiswa BPJS Ketenagakerjaan. Acara tersebut berlangsung di Aula Pogombo, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Kamis (6/8/2026).
Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Swartoko menyatakan bahwa penganugerahan Jamsostek Award merupakan agenda rutin tahunan untuk mengapresiasi para pemangku kepentingan (stakeholders), baik pemerintah daerah maupun perusahaan, yang berkontribusi nyata dalam memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Penghargaan ini diberikan kepada pihak-pihak yang memiliki komitmen tinggi, integritas, serta kepedulian sosial dalam mendorong kepesertaan dan membiayai perlindungan bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya para pekerja rentan,” ujar Swartoko.
Ia menegaskan pentingnya kehadiran negara melalui BPJS Ketenagakerjaan dalam mencegah kemiskinan baru akibat risiko kerja. Dengan jaminan sosial, keluarga pekerja yang mengalami musibah atau meninggal dunia tetap mendapatkan kepastian masa depan, termasuk keberlanjutan pendidikan anak melalui program beasiswa.
Skema Gotong Royong dan Optimasi CSR Perusahaan
Swartoko menjelaskan bahwa pembiayaan kepesertaan bagi pekerja rentan (kategori desil 1–4)—seperti pedagang sayur, petugas kebersihan, hingga satpam—dilakukan melalui berbagai skema gotong royong. Selain penganggaran APBD oleh pemerintah daerah dan skema swadaya masyarakat melalui Baznas atau lembaga amil zakat, BPJS Ketenagakerjaan juga mendorong sektor swasta memanfaatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR).
“Ketika kondisi APBD terbatas, kami mendorong perusahaan-perusahaan di Sulawesi Tengah untuk mengalokasikan CSR mereka guna mendaftarkan masyarakat rentan di sekitar wilayah operasionalnya. Dengan iuran yang sangat terjangkau, manfaat yang diterima sangat besar. Jika terjadi kecelakaan kerja, biaya perawatan ditanggung hingga sembuh total, serta penghasilan pengganti diberikan 100% pada tahun pertama selama masa pemulihan,” jelasnya.
Mendekatkan Layanan Melalui Agen Perisai
Selain Jamsostek Award, BPJS Ketenagakerjaan juga terus memperkuat keberadaan Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (Perisai). Kehadiran agen Perisai bertujuan mendekatkan akses pelayanan hingga ke tingkat desa dan komunitas, khususnya bagi masyarakat BPU (Bukan Penerima Upah) yang belum terjangkau teknologi atau aplikasi digital seperti JMO (Jamsostek Mobile).
Dalam acara tersebut, sebanyak 100 agen perisai yang berasal dari Palu, Sigi, Donggala resmi dikukuhkan secara simbolik melalui Pemasangan Rompi.
“Agen Perisai hadir untuk membantu sosialisasi, pendaftaran, hingga proses klaim di tingkat komunitas. Sebagai bentuk apresiasi, insentif operasional sebesar 15% dari iuran yang terkumpul dialokasikan untuk para agen Perisai,” tambah Swartoko.
Acara penganugerahan ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulteng, Reny A Lamadjido, Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Swartoko, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Maluku, dr Suci Rahmad, perwakilan wali kota/ Bupati se-Sulteng, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Palu, Nursalam Halim, pimpinan BUMD/BUMS, serta para pelajar dan mahasiswa penerima manfaat beasiswa BPJS Ketenagakerjaan.
Adapun peraih Penghargaan Jamsostek Award untuk kategori Pemerintah Kabupaten/Kota diraih oleh Kota Palu, Kabupaten Tojo Una-una dan Kabupaten Morowali Utara. Untuk Kategori Badan Usaha Skala Besar dan Menengah diberikan kepada Citra Palu Minerals, Koperasi Simpan Pinjam Zaitun, dan Donggi Senoro LNG.
Penghargaan Jamsostek Award untuk kategori Badan Usaha Skala Kecil Mikro (UKM) diberikan Harmony Bay Resort, Emal Auna Toko Kue dan Bakso Bang Gembul. Kemudian untuk kategori Pemerintah Desa/Kelurahan diberikan kepada Desa Uebone, Kabupaten Tojo Una-una, Desa Saatu Kabupaten Poso, dan Desa Pelawa Kabupaten Parigi Moutong.
Sementara itu, BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan total beasiswa senilai Rp74.096.000.000 yang diterima secara simbolis oleh beberapa perwakilan. Untuk perwakilan TK diserahkan kepada Muhammad Khalid Tsabats (Rp 87.000.000), perwakilan SD kepada Gilang Kumara Lindu Aji (Rp 81.000.000). Selanjutnya perwakilan SMP diserahkan kepada Dhedi Prasetyo (Rp75.000.000). Perwakilan SMA, Afrael Ernesto Mariaci (Rp63.000.000), serta Kuliah (Devy Yanti) (Rp60.000.000). WAN