SULTENG RAYA – Sebanyak 33 mahasiswa Kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu Donggala resmi diberangkatkan untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Pelepasan peserta dilakukan langsung oleh Rektor Unismuh Palu, Prof. Dr. H. Rajindra, SE., MM., sebagai bagian dari pelaksanaan catur perguruan tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat.

Kampus Unismuh Palu Donggala merupakan salah satu pengembangan Unismuh Palu yang berlokasi di Kabupaten Donggala. Kampus tersebut saat ini menaungi tiga fakultas, yakni Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Teknik, serta Fakultas Kesehatan Masyarakat.

Prosesi pelepasan turut dihadiri Sekretaris Universitas Muhammadiyah Palu, Dr. Fadli Umar, S.KM., M.Kes., Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unismuh Palu, Dr. Rukhayati, SE., MM., para dosen pembimbing lapangan (DPL), serta jajaran Pemerintah Kabupaten Donggala.

Dari unsur pemerintah daerah hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Donggala, Dr. Ir. H. Rustam Efendi, S.Pd., SH., M.AP., bersama sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Donggala.

Dalam sambutannya, Rustam Efendi berharap kehadiran mahasiswa KKN dapat memberikan kontribusi nyata terhadap program prioritas Pemerintah Kabupaten Donggala, khususnya dalam percepatan digitalisasi pelayanan pemerintahan.

Menurutnya, saat ini pemerintah daerah tengah mendorong penerapan berbagai aplikasi digital di lingkungan aparatur sipil negara (ASN). Namun, pemanfaatannya masih menghadapi kendala karena belum seluruh ASN menguasai penggunaan aplikasi tersebut.

“Mahasiswa KKN diharapkan dapat membantu pemerintah menyosialisasikan berbagai aplikasi yang digunakan ASN, termasuk memberikan pendampingan mengenai tata cara penggunaannya. Kehadiran mahasiswa diharapkan menjadi bagian dari percepatan transformasi digital di Kabupaten Donggala,” ujar Rustam, Senin (4/8/2026).

Sementara itu, Rektor Unismuh Palu, Prof. Rajindra, mengingatkan seluruh peserta KKN agar menjaga nama baik institusi selama berada di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa perilaku mahasiswa akan menjadi cerminan kualitas kampus di mata masyarakat.

“Selama menjalankan KKN, kalian tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa nama Unismuh Palu Donggala. Karena itu, jagalah nama baik kampus dan hindari segala tindakan yang dapat merusak citra diri maupun institusi,” pesan Prof. Rajindra.

Rektor juga menekankan pentingnya penyusunan program kerja yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Menurutnya, kegiatan KKN harus menghasilkan manfaat yang nyata dan berkelanjutan, bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik.

“Program kerja yang disusun harus memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Jangan hanya bersifat formalitas, tetapi benar-benar mampu menjawab kebutuhan dan persoalan yang ada di lokasi pengabdian,” katanya.

Ketua LPPM Unismuh Palu, Dr. Rukhayati, dalam laporannya menjelaskan bahwa 33 mahasiswa yang diberangkatkan merupakan peserta KKN angkatan pertama dari Kampus Unismuh Palu Donggala. Mereka berasal dari dua program studi, yakni Program Studi Manajemen pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Program Studi Informatika pada Fakultas Teknik.

Para mahasiswa akan melaksanakan pengabdian masyarakat selama 40 hari di wilayah Banawa Tengah dan Desa Boya, Kabupaten Donggala. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus membangun kolaborasi dengan masyarakat dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan di tingkat desa. ENG