Ia mengajak seluruh peserta memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai ruang belajar, berdiskusi, berkolaborasi, dan saling menginspirasi. Para pelajar juga didorong untuk terus menumbuhkan budaya membaca, berkarya, dan berinovasi, serta memanfaatkan media digital sebagai sarana menghasilkan karya-karya positif yang membanggakan sekolah, keluarga, maupun Kota Palu.
Selain itu, Fahri berharap peserta Kemah Pustaka Budaya dapat menjadi duta literasi di sekolah masing-masing dengan mengajak teman-temannya gemar membaca, mencintai perpustakaan, melestarikan budaya daerah, serta memanfaatkan teknologi digital untuk kegiatan yang produktif.
Dalam kesempatan tersebut, Fahri menegaskan komitmen Pemerintah Kota Palu dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program pendidikan, literasi, dan penguatan karakter. “Pemerintah Kota Palu percaya bahwa generasi muda yang gemar membaca, kreatif, berbudaya, dan cakap digital merupakan fondasi utama dalam mewujudkan Kota Palu yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari sekolah, orang tua, komunitas literasi hingga masyarakat luas, untuk terus bersinergi membangun ekosistem literasi yang kuat sehingga anak-anak Kota Palu tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Melalui kegiatan Kemah Pustaka Budaya tersebut, Pemerintah Kota Palu berharap lahir generasi pelajar yang literat, kreatif, berbudaya, dan memiliki kecakapan digital sebagai bekal menghadapi perkembangan zaman.ENG