Kepala Subseksi Operasi dan Siaga SAR, Rusmadi mengatakan, dalam pelaksanaannya, tim menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Salah satunya arus Sungai Lariang yang cukup deras serta banyaknya bebatuan di sepanjang aliran sungai menyebabkan penggunaan perahu karet tidak dapat dilakukan secara maksimal pada seluruh area pencarian. “Kondisi tersebut mengharuskan tim melakukan penyisiran tambahan melalui jalur darat untuk menjangkau lokasi-lokasi yang sulit dilalui perahu,”jelasnya.
Setelah dilakukan evaluasi bersama unsur SAR yang terlibat dan pihak keluarga korban, operasi pencarian dinyatakan ditutup sesuai prosedur yang berlaku. Selanjutnya pemantauan akan dilakukan oleh keluarga dan masyarakat setempat. Apabila di kemudian hari ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, operasi SAR dapat dibuka kembali. Unsur SAR yang terlibat dalam operasi ini antara lain Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Polsek Lore Tengah, BPBD Kabupaten Poso, Mapala Imunitas, Pemerintah Desa Doda Lore, serta masyarakat setempat.
“Selama tujuh hari pelaksanaan operasi, Tim SAR Gabungan telah berupaya semaksimal mungkin dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia, baik melalui pencarian di atas air maupun penyisiran darat di sepanjang aliran Sungai Lariang, namun hingga operasi berakhir, korban belum berhasil ditemukan,”jelasnya.
Penutupan operasi dilakukan berdasarkan hasil evaluasi bersama sesuai prosedur yang berlaku. “Kami turut prihatin atas musibah ini dan berharap keluarga diberikan ketabahan serta kekuatan dalam menghadapi cobaan tersebut. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur sar yang telah membantu melakukan pencarian,”kata Rusmadi. AMR