Menurutnya, para Duta Bahasa memiliki tanggung jawab untuk menjadi teladan di tengah masyarakat dalam menjaga martabat bahasa Indonesia, sekaligus mengembangkan budaya literasi di kalangan generasi muda. “Duta Bahasa memiliki peran penting dalam mendampingi kami menjalankan berbagai program kebahasaan dan kesastraan di Provinsi Sulawesi Tengah. Mereka menjadi representasi resmi dalam mengampanyekan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di tengah masyarakat,” ujar Syarifuddin.
Syarifuddin menjelaskan, proses Pemilihan Duta Bahasa Sulawesi Tengah Tahun 2026 diawali dengan seleksi yang diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah. Dari jumlah tersebut, terpilih 20 finalis terbaik yang terdiri dari 10 putra dan 10 putri untuk mengikuti tahapan pembinaan hingga malam grand final.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Palu yang juga Bunda Literasi Kota Palu, Diah Puspita, menghadiri sekaligus menjadi juri pada Malam Puncak Pemilihan Duta Bahasa tersebut, menyampaikan jika para Duta Bahasa memiliki tanggung jawab untuk menjadi teladan di tengah masyarakat dalam menjaga martabat bahasa Indonesia, sekaligus mengembangkan budaya literasi di kalangan generasi muda.
Bunda menegaskan bahwa bahasa merupakan bagian penting dari identitas bangsa yang harus dijaga dan dilestarikan oleh seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda. “Kegiatan ini sangat luar biasa karena bahasa bukan hanya alat komunikasi. Bahasa merupakan identitas, jati diri, sekaligus cerminan peradaban bangsa,” ungkap bunda.
Bunda Diah juga mengajak generasi muda untuk terus menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa Indonesia serta menjadikan literasi sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari. ABS