“Menjadi kader adalah menjadi pilar sekaligus motivator yang akan menjembatani berbagai program pemerintah agar manfaatnya benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat. Tanamkan nilai ikhlas dalam setiap pengabdian, karena setiap langkah, keringat, dan waktu yang dicurahkan untuk mendampingi anak-anak akan menjadi amal jariyah. Dari tangan para kader dan pengelola TPA inilah kita bersama-sama menciptakan generasi penerus yang cerdas, ceria, dan berkarakter,”ujar camat.

Sementara, Ketua Tim Kerja Pembangunan Keluarga, dr. Rosalia S. Palinggi, MKM menyampaikan materi tentang cara pengisian KKA sebagai alat deteksi dini, jika orang tua menemukan adanya ketidaksesuaian antara usia anak dengan kemampuan yang seharusnya dicapai, mereka dapat segera melakukan stimulasi lebih intensif atau melakukan konsultasi ke tenaga kesehatan/ahli tumbuh kembang.

Sementara itu, anggota tim kerja pembangunan keluarga, Diah Amalia Pratiwi memberikan materi mengenai TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak) dan tata cara penginputan data pada aplikasi TAMASYA. Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan kepada pengelola TPA Aisyiyah 1 dalam melakukan penginputan data tumbuh kembang anak ke dalam aplikasi TAMASYA. Pendampingan dilakukan secara langsung untuk memastikan seluruh pengelola TAMASYA mampu memahami dan mengimplementasikan standar 4 pendampingan layanan TAMASYA.AMR