Tahun ini, berbagai program strategis digerakkan: mulai dari rehabilitasi rumah tidak layak huni, penyediaan air bersih melalui program manunggal air, pembangunan MCK, hingga peningkatan jalan desa. Tak hanya itu, aspek ketahanan pangan dan edukasi masyarakat turut menjadi bagian penting, menandakan bahwa pembangunan tidak hanya menyentuh fisik, tetapi juga kualitas hidup.
Sekitar 150 personel TNI diterjunkan selama satu bulan ke depan. Namun, lebih dari sekadar angka, kehadiran mereka adalah simbol pengabdian—bahwa negara hadir hingga ke titik-titik desa.
Usai upacara, suasana beralih menjadi lebih hangat. Bupati bersama jajaran menyerahkan bantuan dari Baznas kepada anak-anak stunting di Kecamatan Sausu, sebuah langkah kecil namun sarat makna dalam upaya membangun generasi yang lebih sehat. Di sisi lain, pasar murah dan layanan tes kesehatan digelar, memberi kemudahan akses bagi masyarakat yang hadir.
Di Sausu Trans hari itu, TMMD bukan hanya dimulai, melainkan dihidupkan. Dalam kerja bersama, dalam langkah yang seirama, dan dalam keyakinan bahwa desa yang kuat adalah fondasi bagi daerah yang maju. “Melalui kolaborasi ini, kita ingin memastikan bahwa pembangunan tidak berhenti di kota, tetapi benar-benar dirasakan hingga ke desa,” pungkas Bupati. AJI
