Di sisi arena, Muhammad Reza berdiri dengan sorot mata penuh bangga. Sebagai pelatih, ia menyaksikan langsung bagaimana anak-anak didiknya bertarung bukan hanya dengan teknik, tetapi juga mental yang tak mudah goyah. “Alhamdulillah, mereka tampil penuh semangat dan pantang menyerah. Itu yang paling kami banggakan,” ujarnya.

Bagi Reza, capaian ini bukan sekadar angka medali. Lebih dari itu, ada nama Kabupaten Parigi Moutong yang ikut terangkat di level provinsi. Sebuah bukti bahwa dari dojo kecil pun, mimpi besar bisa tumbuh.
Hal senada disampaikan Ketua Dojo, Ahmad Yadin. Di tengah segala keterbatasan, ia melihat semangat anak-anak dan dukungan orang tua sebagai fondasi utama lahirnya prestasi. “Ini bukan hanya kemenangan di arena, tapi hasil dari kebersamaan pengurus, pelatih, dan orang tua yang terus mendampingi,” tuturnya.

Lebih jauh, ia berharap keberhasilan ini menjadi pemantik semangat bagi dojo-dojo lain di Parigi Moutong. Bahwa pembinaan usia dini, jika dijalankan dengan konsisten, mampu melahirkan generasi atlet yang siap bersaing.

Di GOR Madani, akhir pekan itu, dojo Tadulako Champion Parigi tak sekadar bertanding. Mereka datang membawa harapan, dan pulang dengan keyakinan bahwa langkah kecil hari ini bisa menjadi pijakan menuju panggung yang lebih besar esok hari. AJI