SULTENG RAYA – Riuh tepuk tangan menggema di Gelanggang Olah Raga (GOR) Madani, Kota Palu. Di atas matras, satu per satu karateka muda menunjukkan jurus terbaiknya. Di tengah persaingan itu, nama Dojo Tadulako Champion Parigi perlahan mencuri perhatian—datang sebagai pendatang baru, pulang dengan kebanggaan.
Pada Kejuaraan Karate Matras Akamsi Open Tournament 2026 yang digelar 17–19 April, dojo yang terbilang seumur jagung ini tampil tanpa gentar. Di balik seragam putih yang sederhana, tersimpan tekad yang tak kalah kuat dari para pesaingnya.
Hasilnya tak main-main. Di kelas tournament, mereka mengamankan 1 medali emas, 1 perak, dan 2 perunggu. Sementara di kelas festival, dominasi justru lebih terasa dengan raihan 13 emas dan 2 perak—sebuah lonjakan prestasi yang tak banyak diprediksi sebelumnya.
Medali emas di kelas tournament lahir dari pukulan dan ketenangan Andi Novriadi di kelas usia dini putra di bawah 30 kg. Sementara Fauzan El Ghiyandra menyusul dengan perak di kelas pra usia dini dibawah 20 kg putra. Dua medali perunggu dipersembahkan oleh Asyifa Khairunnisa di kelas usia dini diatas 30 kg putri dan Al Fhauzy di kelas usia dini dibawah 30 kg putra, melengkapi catatan manis bagi dojo muda tersebut.
