Sementara itu, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi tambang juga turut terdampak, akibat tutupnya aktivitas perusahaan. “Usaha saya sudah enam tahun, tapi enam bulan terakhir akhirnya tutup karena tidak adanya pembeli,” kata Carolina, pedagang buah, sayur, dan rempah di Desa Towara.
Dia menjelaskan, penyebab utamanya adalah berkurangnya karyawan perusahaan dan daya beli masyarakat menurun drastis. Dulu, saat kondisi masih ramai, pendapatan per hari bisa mencapai sekitar Rp2–3 juta, dengan keuntungan bersih sekitar Rp500 ribu. “Perusahaan tutup, usaha juga ikut tutup,” ujarnya.
Dia mengungkapkan usaha lain yang turut terdampak adalah layanan jasa makanan minuman (catering), yang dipasok ke dalam perusahaan. “Sekarang banyak usaha catering dan kantin juga berhenti, karena tidak dibayar oleh kontraktor. Ada yang menunggak hingga miliaran rupiah,” katanya.
Diketahui, ribuan pekerja PT Hillcon Jaya Shakti di site PT Keinz Ventura Morowali Utara terdampak pemutusan hubungan kerja, sejak 1 Maret 2026. *WAN
