Di sisa waktu, laga berubah menjadi pertarungan bertahan hidup. Kaleke Putra menggempur habis-habisan, namun lini belakang Berlian yang dikomandoi Irpan Soyo, bersama Ariel Sandi dan Adrian, tampil disiplin dan kokoh. Setiap serangan dipatahkan, setiap celah ditutup rapat. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 2-1 tak berubah. Berlian Tomoli memastikan satu tempat di semi final.
Bagi Kasmudin Mustapa, kemenangan ini bukan sekadar hasil, melainkan buah dari disiplin dan kerja kolektif tim. “Alhamdulillah, anak-anak bermain dengan disiplin dan kolektif. Mereka menjalankan instruksi dengan baik dan mampu menguasai pertandingan,” ujarnya penuh lega.
Kemenangan ini mengantar Laskar Diamonds—julukan Berlian Tomoli—menjadi tim pertama yang menjejakkan kaki di semi final. Sebuah penegasan bahwa tim asal Desa Tomoli, Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong, datang bukan sebagai pelengkap, melainkan penantang serius.
Meski demikian, Kasmudin menegaskan pekerjaan belum selesai. Evaluasi tetap berjalan, strategi terus diasah. Fokus kini mengarah pada peningkatan fisik, penguatan lini tengah, hingga ketajaman serangan—bekal penting menghadapi fase krusial. “Kami siap ke semi final. Pemain harus lebih disiplin, fokus, dan tetap mengandalkan kerja sama tim,” tegasnya.
Di balik euforia kemenangan, manajemen tim juga menaruh harapan pada dukungan pemerintah daerah. Mereka ingin langkah Berlian Tomoli semakin mantap membawa nama Kabupaten Parigi Moutong di pentas Sulawesi Tengah.
“Kami berharap ada perhatian dan dukungan penuh dari pemerintah daerah,” harap Kasmudin.
Ia pun turut mengapresiasi Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, atas terselenggaranya Liga 4 yang berjalan aman dan lancar.
Kini, langkah Berlian Tomoli belum usai. Semi final menanti—dan jika semangat comeback ini terus menyala, bukan tak mungkin kisah Laskar Diamonds akan berlanjut lebih jauh, menuju puncak kejayaan. AJI
