Hanan juga mengajak generasi muda untuk menjadikan nilai agama sebagai pegangan dalam menghadapi tantangan kehidupan modern, termasuk tekanan mental dan perubahan sosial. Dengan gaya penyampaian yang ringan dan dekat dengan anak muda, ia menekankan pentingnya menjaga akhlak dan integritas.
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyampaikan apresiasi atas kehadiran Hanan Attaki di Palu. Ia menilai pendekatan dakwah yang menyasar generasi muda sangat penting untuk memperkuat moral masyarakat di tengah pembangunan daerah yang terus berjalan. “Kami berharap tausiyah ini menjadi penyemangat bagi seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk berkontribusi membangun Sulawesi Tengah yang lebih maju dan berakhlak,” kata Anwar.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah Firmanza DP menilai kegiatan ini memiliki nilai edukatif dalam pembentukan karakter pelajar. Ia menegaskan bahwa pendidikan spiritual menjadi bagian penting yang melengkapi pendidikan formal.
“Pendidikan spiritual adalah bagian integral yang tidak terpisahkan. Melalui metode yang dekat dengan dunia anak muda, kita berharap tercipta ekosistem pendidikan yang lengkap, baik secara intelektual maupun rohani,” ujarnya.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak satu jam sebelum acara dimulai, dengan masjid utama penuh hingga area luar yang dipadati jemaah. Panitia juga menyiapkan layar tambahan agar seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik. *WAN
