Program Kampung Nelayan Merah Putih tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi perikanan, tetapi juga menyentuh aspek yang lebih luas. Penataan kawasan pesisir dilakukan secara terpadu, mulai dari pembangunan infrastruktur seperti cold storage dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), hingga penguatan ekonomi berbasis hasil laut.

Dengan konsep tersebut, pemerintah berharap nelayan tidak lagi bergantung pada pola tradisional semata, melainkan mampu bergerak menuju kemandirian ekonomi yang berkelanjutan. Lebih jauh, program ini juga diproyeksikan menjadi bagian dari strategi besar pembangunan maritim yang terintegrasi, sekaligus mendorong swasembada sektor perikanan di daerah.

Di Parigi Moutong, setidaknya lima desa diusulkan sebagai lokasi pengembangan, yakni Pelawa Baru, Boyantongo, Sausu Tambu, Dusunan, dan Karya Mandiri. Sementara itu, Desa Bolano Tengah telah lebih dulu merasakan realisasi program dengan dukungan anggaran sekitar Rp20 miliar—sebuah gambaran nyata dari skala intervensi yang disiapkan pemerintah.

Kini, harapan itu perlahan tumbuh dari pesisir. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, Kampung Nelayan Merah Putih bukan hanya menjadi proyek pembangunan semata, tetapi juga simbol kebangkitan ekonomi masyarakat nelayan di Parigi Moutong. AJI