RAYA – Bupati Banggai Laut (), Sopyan Kaepa membuka kegiatan penilaian kinerja percepatan penurunan terintegritas tingkat Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), di Balai Pertemuan Umum Labotan Sosodek, Kamis (9/3/2023).

Kegiatan itu, dihadiri seluruh Kepala Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) bersama Forkopimda diantaranya, Kepala Kejaksaan Negeri Balut, Rainhard Tololiu, Kapolsek Banggai, Kompol Frengky, Wakil Ketua I DPRD Balut, Patwan Kuba, Sekda Balut, Ruslan Tolani serta seluruh kepala-kepala desa se-Kabupaten Banggai Laut.

Bupati Balut, Sopyan Kaepa dalam sambutannya mengucapkan banyak terima kasih atas kunjungan rekan-rekan semua khusunya tim penilai yang sempat meluangkan waktunya untuk hadir di tempat ini guna memberikan penilaian kinerja untuk kemajuan daerah Kabupaten Banggai Laut.

“Saya memberikan apresiasi kepada kita semua, mulai dari pihak perbankan, DPRD, Lurah, kepala desa, toko-tokoh agama, tokoh pemuda, Ketua Karang Taruna dan seluruh masyarakat yang bekerjasama melakukan kinerja yang untuk daerah ini dalam menyatukan pemikiran yang obyektif sejalan dalam menjalankan amanah yaitu antara pemerintah dan amanat undang-undang untuk kemajuan dan kebaikan daerah,” katanya.

Dirinya juga mengajak, untuk bersama-sama bergandeng tangan menjalankan pemerintah daerah untuk lebih baik kedepannya. “Meskipun daerah kita ini baru, namun kabupaten kita masih miliki predikat terbaik dalam mengatasi penurunan angka stunting di tingkat provinsi. Lebih khusus lagi, bagi bidan desa, saya mengajak kita semua mari terus tingkatkan kinerja untuk daerah yang kita cintai. Sebab setiap perbuatan yang baik tetap ada yang menilainya, baik itu antar sesama masyarakat, pemerintah serta ada yang lebih melihatnya yaitu sang pencipta,” jelasnya.

Bupati menambahkan, untuk saat ini kondisi keuangan kita belum normal karena masih ada saudara-saudara kita yang masih mejalani proses hukum di luar sana. Namun, kita perlu bersyukur bahwa meskipun terjadi kendala keuangan kita tetapi kita masih memiliki sejumlah prestasi Banggai Laut yang mengingatkan bahwa daerah ini masih sejajar dengan daerah lain yang ada di Provinsi Sulawesi Tengah.

“Diantara prestasi yang kita berikan kepada daerah, diantaranya cintai kita untuk perbaiki semangat kita, majukan kesehatan anak-anak kita dalam bidang Stunting (Podon). Keberhasilan untuk menurunkan angka program stunting ini, dari 26,1 persen telah menurun menjadi 20 persen. Oleh sebab itu, saya sampaikan dan berulang kali saya sampaikan, keberhasilan ini bukan untuk menjadi kebanggaan tapi keberhasilan menurunkan angka 6,1 persen ini kita bisa menjalankan,” tuturnya.

Bupati berharap, kepada tim penilai untuk memberikan bimbingan kepada bawahan kami, dalam mencapai penilaian kinerja percepatan penurunan stunting terintegritas guna menunjang pembangunan daerah yang sejajar dengan daerah-daerah lain. SUBI