SULTENG RAYA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Kantor Cabang (KC) Palu menargetkan penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mencapai 2.000 unit hingga akhir 2026.
Target tersebut didorong oleh capaian realisasi pembiayaan yang telah melampaui target tahunan. Hingga September 2026, BTN KC Palu telah menyalurkan KPR subsidi sebanyak 1.759 unit dari target 1.551 unit atau mencapai 113 persen.
Branch Manager BTN KC Palu, Herry Gerald Talupun, mengatakan pihaknya optimistis dapat mencapai target 2.000 unit pada Desember mendatang dengan memperkuat sinergi bersama pengembang perumahan dan mitra pemasaran.
Hal ini juga sebagai komitmen untuk mendukung Asta Cita Presiden Prabowo di sektor perumahan yakni tercapainya program 3 juta rumah untuk masyarakat.
“Realisasi kami sampai September mencapai 1.759 unit atau sekitar 113 persen dari target yang ditetapkan. Kami mengarah ke 2.000 unit dan optimistis bisa mencapainya pada Desember 2026,” ujarnya dalam kegiatan akad massal KPR subsidi bersama Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Sulteng di Hotel Jazz, Kota Palu, Sabtu (24/10/2026).
Menurut Herry, kolaborasi dengan pengembang menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong penyaluran pembiayaan perumahan sekaligus memperluas akses masyarakat untuk memiliki hunian.
Upaya tersebut turut diwujudkan melalui akad massal KPR subsidi yang melibatkan sekitar 15 pengembang Apersi Sulteng, dengan realisasi sebanyak 100 unit rumah.
Ia berharap sinergi antara perbankan dan pengembang dapat terus diperkuat, terutama dalam memperlancar proses pengajuan pembiayaan dan meningkatkan realisasi akad hingga akhir tahun.
Berdasarkan data yang disampaikan Herry, BTN KC Palu juga mencatat pangsa pasar KPR subsidi sebesar 54 persen pada September 2026. Capaian itu memperkuat posisi BTN dalam penyaluran pembiayaan perumahan subsidi di Sulawesi Tengah.
Melalui penguatan kemitraan dan peningkatan pelayanan, BTN KC Palu menargetkan semakin banyak masyarakat yang dapat mengakses pembiayaan rumah subsidi sesuai persyaratan program dan kemampuan finansial masing-masing. RHT