SULTENG RAYA – Upaya meningkatkan kesadaran tentang pencegahan pelecehan seksual di lingkungan pendidikan terus mendapat perhatian berbagai pihak. Seperti yang dilaksanakan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Tolitoli, belum lama ini. Kegiatan sosialisasi dan edukasi mengenai pencegahan pelecehan seksual digelar di SMP Negeri 3 Tolitoli itu, dihadiri Kapolres Tolitoli AKBP Raden Real Mahendra.
Kehadiran unsur kepolisian, pihak sekolah, pemerintah daerah, dan organisasi mahasiswa dalam kegiatan ini menjadi bentuk perhatian bersama terhadap pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk pelecehan seksual.
Kapolres mengatakan, sekolah merupakan tempat bagi peserta didik untuk menimba ilmu, mengembangkan potensi, serta membangun karakter. Karena itu, perlindungan terhadap anak dan pelajar perlu menjadi tanggung jawab bersama, baik oleh pihak sekolah, keluarga, pemerintah, aparat penegak hukum, maupun masyarakat.
Dia melanjutkan, melalui sosialisasi dan edukasi ini, para pelajar diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga diri, mengenali perilaku yang tidak pantas, serta mengetahui langkah yang dapat dilakukan apabila mengalami atau menyaksikan tindakan yang mengarah pada pelecehan seksual.
Edukasi mengenai pencegahan pelecehan seksual juga penting untuk menumbuhkan pemahaman tentang batasan pribadi, penghormatan terhadap tubuh dan privasi orang lain, serta pentingnya membangun hubungan sosial yang sehat. “Setiap peserta didik perlu memahami bahwa tindakan yang merendahkan, memaksa, mengancam, atau melanggar batas pribadi orang lain tidak dapat dibenarkan,”ucap kapolres.