SULTENG RAYA — Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Aida S. Budiman, meresmikan pembukaan Posalia Sulteng Digifest 2026 di Atrium Palu Grand Mall, Selasa (11/8/2026) sore. Ajang tahunan yang mengusung tema “Akselerasi Ekonomi Daerah dan Digitalisasi untuk Pertumbuhan Berkelanjutan” ini dihadiri Anggota Komisi XI DPR RI Muhiddin M. Said, Wakil Gubernur Sulteng Reny A. Lamadjido, serta Kepala Perwakilan BI Sulteng M. Irfan Sukarna.
Dalam pengarahannya, Aida menekankan pentingnya diversifikasi pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Tengah. Menurutnya, Sulteng tidak boleh hanya bergantung pada sektor pertambangan, melainkan harus memperkuat daya tahan ekonomi domestik melalui sektor-sektor potensial lainnya.
“Pertumbuhan ekonomi nasional tercatat 5,29 persen dan Sulteng mampu mencapai 5,06 persen. Ini capaian positif di tengah ketidakpastian ekonomi global. Apalagi Sulteng bersama kabupaten/kota di wilayahnya berhasil meraih penghargaan pengendalian inflasi terbaik dari Kemendagri,” ujar Aida.
Guna menjaga tren positif tersebut, Bank Indonesia terus mendorong peranan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang selama ini menopang lebih dari 60 persen PDB dan menyerap mayoritas tenaga kerja. Di Sulteng sendiri, BI mencatat ada lebih dari 150 UMKM binaan yang dinilai potensial untuk terus berkembang.
Aida menjelaskan, dukungan BI terhadap UMKM terfokus pada tiga pilar utama. Pertama, penerapan model bisnis KKP (Kapasitas, Korporatisasi, dan Pembiayaan) agar pelaku usaha mampu naik kelas hingga menembus pasar ekspor. Kedua, percepatan digitalisasi sistem pembayaran berbasis QRIS serta keandalan layanan transaksi BI-FAST 24 jam. Ketiga, perluasan promosi produk lokal ke tingkat nasional melalui ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) dan FEKDI di Jakarta.
“Sesuai filosofi Posalia yang bermakna pesta rakyat dan gotong royong, kemajuan Sulawesi Tengah hanya bisa dicapai jika UMKM-nya maju, adaptif terhadap digitalisasi, dan didukung oleh sinergi seluruh pemangku kepentingan,” pungkas Aida.