SULTENG RAYA – Menjaga kesehatan dan kebersihan merupakan hak setiap individu, termasuk anak-anak yang sedang menjalani masa pembinaan. Bertempat di Ruang Pendidikan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palu, suasana pagi tampak berbeda pada Kamis (30/7/2026). Sebanyak 45 orang anak binaan tampak antusias mengikuti kegiatan Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Kegiatan edukatif ini diinisiasi oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu yang sedang melaksanakan praktik atau magang di Puskesmas Bulili. Pelaksanaan kegiatan ini juga didampingi secara langsung oleh Pembimbing dari Puskesmas Bulili, Ajinah, serta Dosen Pembimbing dari Universitas Muhammadiyah Palu, Afni.

Materi penyuluhan yang dibawakan berfokus pada pentingnya membudayakan PHBS dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai topik penting dikupas tuntas, mulai dari pengertian dasar PHBS, pentingnya menjaga kebersihan diri, langkah-langkah mencuci tangan yang benar, menjaga kebersihan lingkungan, penerapan pola makan bergizi, pentingnya aktivitas fisik, etika batuk dan bersin, hingga berbagai upaya pencegahan penyakit.

Agar suasana tidak membosankan, mahasiswa menggunakan metode ceramah interaktif, diskusi, demonstrasi langsung, hingga sesi tanya jawab. Tak tanggung-tanggung, demi membakar semangat peserta, panitia juga menyediakan hadiah berupa uang tunai bagi anak binaan yang berhasil menjawab pertanyaan dengan baik. Alhasil, gelak tawa dan antusiasme yang tinggi terlihat jelas dari wajah para peserta sepanjang acara.

Kepala LPKA Kelas II Palu, Welli, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap pelaksanaan kegiatan kolaboratif ini. Menurutnya, edukasi kesehatan semacam ini sangat penting untuk membentuk karakter anak binaan agar lebih peduli terhadap diri sendiri dan lingkungan sekitar.

“Kami menyambut baik dan mengapresiasi setinggi-tingginya kegiatan penyuluhan PHBS oleh mahasiswa FIKES Unismuh Palu dan Puskesmas Bulili ini. Kesehatan adalah modal utama bagi anak-anak kita dalam menjalani proses pembinaan. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap anak-anak binaan dapat menanamkan kebiasaan hidup bersih, sehingga kelak ketika mereka kembali ke tengah masyarakat, mereka menjadi pribadi yang sehat, produktif, dan siap membawa perubahan positif,” kata Welli.