SULTENG RAYA — Aktivitas operasional di Terminal Petikemas (TPK) Pantoloan, dihentikan sementara setelah gempa bumi berkekuatan 6,7 magnitudo mengguncang wilayah Palu, Poso, dan sekitarnya, Selasa (16/6/2026).
Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Abdul Azis, mengatakan bahwa langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari prosedur tanggap darurat guna memastikan keselamatan pekerja serta keamanan fasilitas terminal. “Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak terdapat korban jiwa maupun kerusakan signifikan pada fasilitas operasional pelabuhan. Namun keselamatan pekerja, pengguna jasa, dan masyarakat menjadi prioritas utama perusahaan dalam menghadapi kondisi darurat,” terang Abdul Azis.
Gempa bumi yang terjadi sekitar pukul 10.37 WITA tersebut turut dirasakan di area TPK Pantoloan yang dikelola PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo. Sesaat setelah gempa terjadi, seluruh pekerja dan petugas operasional segera menjalankan prosedur evakuasi dan tanggap darurat sesuai standar keselamatan dan kesehatan kerja yang berlaku.
“Kami segera mengaktifkan prosedur tanggap darurat setelah gempa dirasakan. Seluruh aktivitas operasional dihentikan sementara untuk memastikan keselamatan personel dan memberikan ruang bagi tim melakukan inspeksi menyeluruh terhadap fasilitas terminal. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tidak ada korban jiwa maupun kerusakan signifikan yang dapat mengganggu integritas fasilitas pelabuhan,” ujarnya.
Dia menegaskan bahwa Pelindo terus berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk otoritas kebencanaan dan pihak-pihak berwenang lainnya, untuk memantau perkembangan situasi serta memastikan seluruh aspek keselamatan terpenuhi sebelum operasional kembali dijalankan secara normal.